Mudawar : Hindari Dampak Negatif Akibat Perbedaan Hasil Hisab dan Rukyat 

Humas Badan Hisab Rukyat Kabupaten Padang Pariaman, Mudawar.

PADANGPARIAMAN, Kepritoday.com – Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dengan mempelajari ilmu hisab rukyat dan memberikan pelayanan prima terhadap kehidupan beragama, Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten Padangpariaman, Kamis (12/4) menyelenggarakan kegiatan orientasi Hisab Rukyat di Aula FKUB Kabupaten Padang Pariaman, Kiambang, Nagari Lubuk Pandan, Kecamatan 2X11 Enam Lingkung.

Orientasi yang mengambil tema “Dengan Orientasi Hisab Rukyat, Kita Tingkatkan Pemahaman Ilmu Hisab” diselenggarakan selama dua hari, 12-13 April 2018 yang diiuti oleh 40 orang peserta dengan empat orang narasumber.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Padang Pariaman yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Irsyaf, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Padang Pariaman, Syamsuardi Surma dan H. Masrican, Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Padang Pariaman, Rafni dan Penyelenggara Syariah, Kankemenag Padang Pariaman, Masrizal.

“Dengan adanya orientasi ini, semoga pelaksanaan ibadah masyarakat Islam dikerjakan sesuai dengan petunjuk dan waktu yang telah ditetapkan,” kata Ketua BHR Rafni.
Sementara itu, Humas Badan Hisab Rukyat Kabupaten Padang Pariaman, Mudawar mengatakan, makna dari hisab dan rukyat adalah perhitungan dan pengamatan.

Perbedaan antara metode hisab dengan metode rukyat dapat dilihat dari segi prosesnya. Dalam menentukan awal bulan hijriyah, metode rukyat dilakukan pada tanggal 28 sampai 29 atau 30 setiap bulan hijriyah. Sedangkan metode hisab dihitung pada setiap saat dan hasilnya dapat memprediksikan 10 tahun mendatang atau lebih.

“Perselisihan awal bulan hijriyah penyebabnya tiada lain diakibatkan oleh berbedanya pola pandang atau pemahaman mengenai karekteristik hilal yang memberikan informasi sebagai awal bulan hijriyah,” terangya.

Ia juga mengatakan, tujuan orientasi tersebut, mempersiapkan anggota BHR yang mampu menguasai dan memahami ilmu hisab dan rukyat sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sekaligus menghindari dampak negatif akibat terjadinya perbedaan hasil dari sistim itu sendiri.

“Melalui orientasi ini, kita bisa memberikan pencerahan kepada peserta dan masyarakat serta dapat memperkaya wawasan dan pengamalan tentang bagaimana cara penggunaan alat hisab rukyat tersebut dengan baik dan benar,” tukuk putra Koto Hilalang, Sikucur Timur itu. (Doyx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *