'

Melalui Adiwiyata Memotivasi Kepsek Untuk Peduli Lingkungan

_X6A7222

Wakil Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd Memberikan Kata Sambutan Pada Acara Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumentasi Adiwiyata Tahun 2014, di Aula SMK N 2 Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Wakil Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd, kepada para Kepala sekolah melalui sambutannya pada acara Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumentasi Adiwiyata Tahun 2014, di Aula SMK N 2 Tanjungpinang (11/9). Adiwiyata merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada sekolah yang telah memenuhi kriteria sebagai sekolah yang peduli pada lingkungan bersih dan hijau.

Syahrul mengatakan, presentasi sekolah adiwiyata untuk di Kota Tanjungpinang masih terbilang sedikit dan perlu ada peningkatan. Untuk itu, Syahrul memotivasi para kepala sekolah yang hadir untuk mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan bersih dan hijau. “Diharapkan tahun 2014 ini tidak hanya beberapa sekolah yang mendapatkan adiwiyata, mungkin sekitar 60 SD yang ada, 50% saja yang dapat adiwiyata itu sudah Alhamdulillah”, ujar Syahrul.

Dilanjutkan Syahrul, dalam hal ini, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tanjungpinang, akan terus memberikan bimbingan kepada sekolah-sekolah mengenai permasalahan lingkungan. “Masalah lingkungan sekarang tidak hanya menjadi permasalahan di negeri kita saja, tetapi sudah global”, tegas Syahrul. “ Sehingga melalui kegiatan ini, kita bisa memotivasi kesadaran untuk selalu peduli lingkungan kepada siswa, juga kepada masyarakat tentunya”, tambah Syahrul.

Permasalahan dalam kesalahan administrasi juga mempengaruhi diraih atau tidaknya Adiwiyata atas sekolah tersebut. Kesalahan tersebut bisa terjadi karena tidak sinergisnya administrasi dengan data-data yang ada. “Untuk itu sosialisasi tentang adiwiyata kepada sekolah juga masyarakat harus kita galakkan”, tegasnya. Syahrul juga menambahkan bahwa salah satu syarat sekolah Adiwiyata adalah adanya pohon-pohon peneduh.

“Walaupun untuk menumbuhkan pohon itu butuh bertahun-tahun, setidaknya kita menanamnya daripada tidak sama sekali”, tambah Syahrul. “Yang penting kita ada niat untuk melakukan renovasi atau perubahan”, lanjutnya. Di akhir sambutannya, Syahrul berharap kepada rekan-rekan guru untuk mewujudkan sekolah adiwiyata sebanyak-banyaknya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana M. Syukri mengatakan, bahwa kegiatan bimtek ini dilaksanakan dengan bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Kegiatan ini juga bertujuan memberikan pengetahuan tentang penyusunan dokumen adiwiyata yang baik dan benar. “Karena dokumen adiwiyata yang baik merupakan syarat mutlak dalam penilaian adiwiyata baik tingkat kota, provinsi maupun nasional”, tutur Syukri.

Syukri mengatakan bahwa bimtek ini diikuti oleh 80 orang yang berasal dari 19 sekolah binaan adiwiyata, sebanyak 76 orang dan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang, sebanyak 4 orang. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari (11 s.d 12 September 2014) ini diisi oleh narasumber yang berasal dari Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Sumatera Kementrian Lingkungan Hidup RI, Pembina Sekolah Adiwiyata Mandiri (SMA N 2 Siak Hulu) dan Pembina Sekolah Adiwiyata Nasional (SMA N 1 Tanjungpinang). (djo)

Top