'

Lokalisasi Batu 24 Toapaya Bulan April 2015 Akan ditutup

Penyuluhan-Lokalisasi-300x225

125 Penghuni Lokalisasi 24 Mengikuti Sosialisasi Penutupan Lokalisasi Bukit Indah, Batu 24, Kelurahan Toapaya, Bintan, Rabu (17/12).

BINTAN, Kepritoday.com – Penyuluhan LokalisasiDinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melaksanakan sosialisasi penutupan lokalisasi Bukit Indah, Batu 24, Kelurahan Toapaya, Bintan, Rabu (17/12). Sosialisasi ini diikuti oleh 125 penghuni lokalisasi.

Kepala Dinsos Bintan Edi Yusri, mengatakan, penutupan lokalisasi diawali berbagai tahapan, diantaranya sosialisasi, dilanjutkan tahapan-tahapan pembinaan, fisik, mental dan agama. Juga pemberdayaan dan pembekalan ketrampilan.
“Sosialisasi ini merupakan tahapan yang harus dilaksanakan Dinsos,” kata Edi Yusri.

Dinsos akan menyiapkan mental warga lokalisasi dulu, agar April tahun 2015 dapat dilaksanakan penutupan. Edi menyatakan, ia sudah mewawancarai pekerja seks komersial (PSK), penghuni lokalisasi Batu 24, mereka tidak menolak penutupan. Kalau untuk warga memang ada keluhan, karena mereka hampir seluruh warga bergantung penghasilannya dari aktifitas lokalisasi.
“ Warga takut pendapatannya terganggu,” jelas Edi.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkab Bintan Elizar juned, mengatakan, penutupan lokalisasi perlu penanganan terintegrasi. Tidak bisa dilepaskan dengan lingkungan masyarakat.
“Lokalisasi merupakan dua sisi mata uang saling berhubungan. sudah memberikan kontribusi kepada kehidupan di Bintan,” ujar Elizar.

Penutupan lokalisasi terintegrasi bukan hanya pekerja. Terorganisasi melibatkan semua unsur masyarakat, pemerintah, PSK, sehingga tumbuh keinginan beralih pekerjaan. Sehingga tumbuh kesadaran untuk berhenti sendiri. ujar Elizar.

Sosialisasi akan dilanjutkan dengan pemberian bimbingan fisik mental sosial. Karang Taruna, satuan perangkat kerja daerah (SKPD) akan dikoordinasikan dan dilibatkan. Kepala Bidang Promosi Kesehatan, Meri, didepan para PSK menerangkan, kalau lokalisasi ditutup tak usah khawatir.  “Adik-adik, ibu-ibu tak usah khawatir, gantungkan nasib kita kepada Allah SWT,” jelas Meri.

Kalau nantinya, Puskesmas sudah ditutup, statusnya dijadikan Puskesmas plus. Penyakit yang masih di hinggapi PSK akan tetap diobati gratis. “Jangan takut kehilangan rezeki kalau ditutup,” ungkapnya.

Tari, salah seorang penghuni lokalisasi menyetujui penutupan lokalisasi, ia akan kembali ke kampungnya, di Jawa Barat. “Balik kampung, mencoba usaha baru,” kata Tari.
Penghuni lokalisasi lainnya, Sita, akan pindah ke Batam, mencari kerja di toko. “Maklum, ijazah saya hanya SMP,” jelasnya. (djo)

Top