Lingga Siapkan Proyek Percontohan Indigofera Dukung Investasi Peternakan

Tumbuhan indigofera

LINGGA, Kepritoday.com Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, berinisiatif membangun kebun percontohan Indigofera seluas 100 Hektare, guna mempercepat masuknya investasi sektor peternakan ke daerah tersebut.

Bupati Lingga Alias Wello mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk penerapan teknologi pembudidayaannya.

“Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mempercepat masuknya investasi di bidang peternakan di Lingga. Kebetulan, kebutuhan paling mendasar dalam bisnis perternakan itu, adalah ketersediaan pakan hijauan,” kata dia di Lingga, Minggu.

Menurutnya, pemilihan tanaman Indigofera sebagai pakan ternak hijauan ini merupakan rekomendasi dari mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Investasi, Syukur Iwantoro dan Guru Besar Fakultas Peternakan IPB, Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc, Agr.

“Makanya, kita langsung siapkan lahan 100 hektar untuk segera ditanami Indigofera,” ungkapnya.

Pemkab Lingga, kata Alias, telah berdiskusi panjang dengan kedua tokoh yang cukup memahami dunia peternakan tersebut, tentang jenis tanaman Indigofera yang akan dikembangkan Lingga.

“Bahkan, saya juga sudah bicara dengan Rektor IPB, Prof. Herry Suhardiyanto agar mengizinkan Prof. Luki membantu Lingga dalam percepatan masuknya investasi peternakan yang dimulai dengan penyediaan pakan hijauan Indigofera ini,” jelasnya.

Bupati Alias meyakini jika pilot project perkebunan Indigofera seluas 100 hektar itu berhasil, pemerintah bahkan dirinya pribadi tak akan segan-segan untuk mengembangkannya lebih luas lagi.

Terlebih, lanjut Alias, dalam beberapa hari ini sudah ada salah satu perusahaan pakan ternak yang menyatakan minat membangun industri konsentrat hijau berbahan utama Indigofera di Lingga.

“Ini kabar gembira buat Lingga. Saya juga barusan dapat informasi, bahwa ada perusahaan ternak domba yang minat investasi di Lingga untuk memenuhi kebutuhan daging domba di pasar Singapura. Saya yakin, jika pakannya sudah kita siapkan, ternaknya akan datang dengan sendirinya,” candanya.

Sementara itu, Pakar Pakan Ternak IPB, Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc, Agr, mengemukakan, konsentrat hijau yang bahan utamanya bersumber dari tanaman Indigofera sebagai pakan padat nutrisi merupakan solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk pakan impor.

“Konsentrat hijau dari Indigofera yang memiliki kandungan protein 27 – 30 persen ini, merupakan solusi untuk mengurangi biaya produksi pakan ternak yang mengalami kenaikan hingga 80 persen dalam sepuluh tahun terakhir karena bahan bakunya berbasis serealia dan biji-bijian impor,” ujarnya.

Tanaman Indigofera ini merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan memiliki kemampuan menghasilkan hijauan untuk pakan ternak 5 ton per hektar setelah berumur 2 bulan, dan 25 ton per hektar pada usia 6 bulan. Setelah dipotong, ia bisa tumbuh kembali dengan cepat dan dapat dipanen lagi pada usia 40 hari kalender. (Lan/MC)