Kerupuk Siput Gonggong Khas Tanjungpinang

kerupuk Gonggong

Kerupuk Gonggong Sumber Rezeki

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Siapa tak mengenal gonggong atau siput gonggong? Lalu, bagaimana pula dengan kerupuk siput gonggong? Gonggong merupakan biota laut yang digemari masyarakat Kepulauan Riau. Sejauh ini, tak asing bagi masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya dengan masakan gonggong, baik untuk teman nasi atau sekedar cemilan. Kini, malah sudah ada lagi kerupuk siput gonggong. Kerupuk siput gonggong, itulah diberi nama oleh Bona Chandra, pelaku industri kecil menengah dengan bendera UD Sumber Rezeki yang kini mengembangkan kerupuk siput gonggong.

Diakuinya, untuk saat ini, dari banyak ragam kerupuk yang dibuatnya, memang siput gonggong mendapat sambutan pasar yang luar biasa. Rasanya renyah dan sangat terasa daging gonggongnya. Mungkin, bagi yang sudah terbiasa makan gonggong, tanpa melihat dan mengetahui kemasannya, sudah tahu bahan dasar pembuatan kerupuk itu dari gonggong. Beberapa waktu lalu, saat diikutkan pameran di Pekan Raya Jakarta, ratusan bungkus kerupuk siput gonggong yang dibawa paling cepat ludes. Ternyata, siput gonggong ini menarik perhatian, karena memang terkenal sebagai khasnya Kepulauan Riau.

“Kita sengaja bikin nama siput gonggong. Kalau hanya namanya gonggong, ada juga yang bingung, dikiranya gonggongan anjing,” kenang Bona saat pelaksanaan PRJ yang saat itu dia dibawa Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri ke Jakarta. Mungkin saja, Anda pernah membeli kerupuk siput gonggong ala Bona Chandra di swalayan di Tanjungpinang. Rasanya memang khas. Rasa gonggong yang sudah tak asing lagi di lidah warga Tanjungpinang sangat terasa dalam rasa kerupuk yang dibuat Bona. Atau, mungkin saja Anda pernah membeli kerupuk ikan tenggiri. Melihat sekilas, warnanya putih dengan bentuk menyerupai lempengan bulat. Harganya, di pasar rata-rata Rp15 ribu per bungkus.

“Itu memang harga jual di swalayan. Kalau saya jualnya tidak segitu,” kata Bona saat berbincang dengan tim Buletin Warga Indag di rumah produksi aneka kerupuk buatannya di Batu 12, tepatnya tak jauh di belakang Hotel Aston Tanjungpinang. Sebenarnya, tidak hanya siput gonggong yang diproduksi Bona Chandra. Ia menganggap, beragam hasil laut yang bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Ada juga ia mengolah ikan tenggiri jadi kerupuk, ikan tongkol putih, bahkan udang. (djoko)
Sumber : Disperindagkop Prov Kepri