Kementerian Pariwisata RI Uji Publik Brand Destinasi Kepri

Tenaga ahli Kemenpar RI saat menyampaikan Sosialisasi Brand Destinasi Kepri, di Hotel Harris, Batam, Jumat-Sabtu (12-13/8).

Tenaga ahli Kemenpar RI saat menyampaikan Sosialisasi Brand Destinasi Kepri, di Hotel Harris, Batam, Jumat-Sabtu (12-13/8).

Batam, Kepritoday.com – Guna memastikan brand activity (merek,red) Provinsi Kepri di sektor Pariwisata, Diputi Bidang Pemasaran Mancanegara, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (RI) menggelar Uji Publik Branding dan Sosialisasi Brand Destinasi Kepri, yang berlangsung di Hotel Harris, Batam, Jumat (12/8).

Kegiatan yang melibatkan puluhan mahasiswa perwakilan dari berbagai kampus Perguruan Tinggi Negeri se-Provinsi Kepri ini diarahkan langsung oleh tiga Konsultan Prencanaan dari hasil observasi (penelitian,red) pariwisata Provinsi Kepri, mereka adalah Ismail Cawidu, Ahmed Kurnia dan Fredy Tulung.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Priwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti. Dalam penyampainnya mengenai kegiatan Kementerian Pariwisata dalam melakukan Uji Publik Branding dan Sosialisasi Brand Destinasi Kepri menjelaskan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mengenalkan Kepri sebagai sepirit untuk memperkanalkannya kepada Dunia.

Menurutnya, di antara 10 provinsi kepulauan yang ada di Indonesia, Kepri memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Salah satunya adalah enam pintu masuk atau Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yang dimiliki provinsi ini di Pulau Batam, Bintan, dan Karimun.

Keunggulan cross border tourism itulah yang menjadikan Kepri sebagai pintu masuk terbesar ketiga di Indonesia. Tercatat 40 persen wisatawan mancanegara masuk melalui Jakarta, 30 persen Bali, dan 20 persen Batam. Sedangkan 10 persen sisanya tersebar di pintu masuk lain selain ketiga kota tersebut.

Keunikan Kepri lainnya adalah persoalan nama. Dalam kegiatan Uji Publik Branding dan Sosialisasi Brand Destinasi Kepri, Guntur bertekad dalam konteks domestik masyarakat benar-benar mengenal Kepri sebagai sebuah unggulan destinasi pariwisata.

“Saya ingin semua orang bisa persis melafalkan Kepri. Penyebutan nama Kepulauan Riau harus dibiasakan dan dikemas dengan kata Kepri,” kata Guntur.

Namun demikian, tambahnya, bila Kementerian Pariwisata melihat nama Riau Islands memiliki kekuatan dalam memasarkan kepariwisataan Kepri di mancanegara, maka tak ada salahnya brand tersebut digunakan di luar. Terminologi yang sama dengan penggunaan brand Wonderful Indonesia untuk promosi di mancanegara dan Pesona Indonesia untuk pasar domestik.

Smentara para ahli yang ikut melakukan uji branding aktivity destinasi kepri menganjurkan kepada para mahasiswa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menentukan lokasi yang menjadi daya tarik wisata di Kepri, untuk terus dipromosikan.

“Destinasi apa yang membuat para turis datang, perkenalkan, sampaikan dan turut dilesatrikan sehingga ditemukan brandingnya disana,” ungkap Ahmed Kurnia menjawab pertanyaan mahasiswa mengenai pelestarian kebudayaan yang akan dieksplor nantinya.

Kemudian kegiatan ini dilanjutkan dengan beragam kuis seputar pariwisata, lomba foto parawisata dan berbagi kecedersaan dalam penyampaian pariwisita lewat media sosial. Diketahui, kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 Agustus 2016. (Wae/LK)