Kemenkumham RI Gelar Seminar Ormas di Batam

Peserta Seminar Ormas Ketika Sedang Mendengarkan Paparan Dari Salah Satu Narasumber Yang Dilaksanakan Oleh Kemenkumham Provinsi Kepri.

BATAM, Kepritoday.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Kepri menggelar seminar Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) pada hari Rabu (24/05/2017) di I hotel Baloi Batam. Adapun tema seminar hari ini “Meningkatkan Wawasan Kebangsaan dan Penguatan Ideologi Pancasila Dalam Bingkai NKRI”

Kegiatan seminar ini dihadiri oleh 60 organisasi masyarakat (Ormas) yang ada di Batam Kepri, Adapun narasumber yang hadir diacara seminar tersebut diantaranya, Kasubditkum Kemenkumham RI, Tomi Triyudho, Kemendagri, (dihadiri oleh Kalitbang Mendagri), Dirintelkam Polda Kepri, Kombes Pol. Musa Tampubolon, Kepala Kesbangpol Kepri, Syafri Salisman, Dandim 0316 Batam, Letkol Inf. Dwi Sasongko. Acara dibuka oleh Kepala Kantor Kemenkumham wilayah Kepulauan Riau, Bambang Widodo

Paparan pertama oleh Letkol Inf. Dwi Sasongko (Dandim 0316 Batam), dalam paparannya Dandim mengatakan, penguatan kebangsaan tidak dapat dibangun dengan hanya satu pendekatan, perlu kerjasama dan sinergitas dengan stakeholder Terkait, perlu kredibilitas sesuai jaman dan perlu pemahaman masyarakat.

Perlu kesinambungan pembangunan sumber daya manusia dan unsur-unsur wawasan kebangsaan yang terkorelasi dengan proses dan hasil pembangunan nasional.

Dijelaskan Dwi Sasongko, dalam konteks masyarakat Indonesia yang sangat heterogen negara kesatuan republik Indonesia adalah harga mati dan harus diyakini sebagai sistem yang terbaik. Jadilah agent of change dan penerus masa depan yang berwawasan kebangsaan, senantiasa melahirkan pemikiran konsep dan pola pemecahan permasalahan yang dihadapi. Leader Ormas merupakan aset bangsa yang diharapkan menjadi kader-kader pemersatu bangsa dimasa yang akan datang.

Paparan wawasan kebangsaan selanjutnya disampaikan oleh Dirintelkam Polda Kepri, Kombes Pol. Musa Tampubolon, dalam hal ini Polri. Adanya persamaan persepsi antara Ormas dan polri tentang penanganan bersama masalah kamtibmas melalui program Polmas, tersampaikannya misi Kamtibmas kepada masyarakat, bertambahnya anggota masyarakat atau ormas yang mempunyai wawasan pengetahuan tentang Kamtibmas yang implikasinya muncul kesadaran, kepedulian serta disiplin diri untuk mentaati hukum dan peraturan perundang-undangan.

Himbauan Polri dalam hal ini, ormas dalam menyampaikan pendapat dimuka umum tidak melakukan politik praktis, dalam aksi unjuk rasa, tidak mengangkat isu agama yang dapat menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat, serta tidak menganggu keamanan dan ketertiban umum.

Dari semua paparan-parapan nara sumber, serta diskusi dan tanya jawab dalam seminar tersebut, moderator menyimpulkan bahwa untuk ormas yang pengurusnya menjadi parpol jangan menjadi kepentingan parpolnya, kaitannya dengan peran provinsi adalah hanya surat keterangan domisili, Terkait tata cara pendaftaran hukum ormas kaitannya dengan yayasan, yang intinya kalau perkumpulan berbasis anggota, mengenai nama Ormas di kontrol oleh dua sistem verifikasi dan intinya tidak boleh sama.

Disela-sela acara seminar, salah satu peserta Ormas yang hadir ketika dimintai pendapatnya oleh Kepritoday.com terkait Seminar tersebut, Andrianus Mudon mengatakan, saya sebagai ketua paguyuban Dayak Batam apa yang disampaikan narasumber kita dari Kodim, bahwasanya NKRI itu harga mati itu jelas kita tidak boleh dipisahkan, dibubarkan oleh Ormas-Ormas yang mengatasnamakan agama kita tetap dalam kesatuan Indonesia.

“Saya berharap agar P4 dikembalikan lagi ke Pendidikan, tidak boleh lagi ada lagi Pendidikan yang membuat masyarakat sudah menjadi jauh dari pemikiran kesatuan NKRI, ini masukan saya untuk nara sumber diacara pembinaan ormas hari ini,” kata Adrianus Mudon. (Ain/Osr).

Top