Kebutuhan Pokok Melonjak Naik Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1437 H

berita pasar

Salahsatu Pasar Tradisional Yang Ada di Kota Batam Provinsi Kepri

BATAM, Kepritoday.com – Umat muslim khususnya yang ada di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dan seluruh dunia pada umumnya, akan memulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1437 Hijriyah, pada, Senin. (06/06), namun hampir setiap memasuki bulan Ramadhan, selalu dibarengi dengan kenaikan harga bahan pokok.

Seperti dibeberapa pasar tradisional diwilayah Batam sudah terlihat adanya kenaikan untuk kebutuhan bahan pokok seperti, Bawang, Tomat, cabe, gula dan daging, telur, tepung terigu juga beras, kenaikan yang belum terkontrol membuat masyarakat menjadi khawatir.

Saat ini, harga cabe merah mencapai 28.000 per Kg, dari yang sebelumunya Rp.26.000 per Kg, Cabe hijau sebelumnya Rp.18.000 per Kg, saat ini menjadi Rp.25.000 per Kg nya, cabe rawit  sekarang Rp 26.000 per Kg, sebelumnya Rp.28.000 per Kg ada penurunan harga.

Sedangkan untuk harga bawang merah mencapai, 36.000 per Kg, padahal sebelumnya Rp.30.000 per Kg, begitu juga bawang putih, Rp.28.000 per Kg, menjadi 30.000 per Kg, namun bawang bombay stabil yaitu masih diposisi Rp.10.000 per Kg nya, begitu juga harga tomat Rp.6.000 per Kg menjadi Rp.8.000 per Kg nya.

Untuk beras seperti Arum Biru, Setra Ramos dan Cap Kijang dikabarkan akan menyusul naik. Sementara harga beras Red Rambutan, masih Rp 13.000 per Kg dan Bumi Ayu Rp 15.000 per Kg.

” Untuk sebagian bahan pokok memang ada kenaikan cuma cabe rawit ada penurunan harga.” Kata salah seorang pedagang dipasar tradisional Pancur Sei Beduk

Kenaikan bahan pokok ini sudah berjalan hampir sepekan, hal ini terlihat saat Kepritoday.com terjun kelapangan dan melihat langsung aktivitas dipasar-pasar tradisional dan modern tersebut.

Ada dua faktor utama penyebab melonjaknya harga bahan pangan dipasar yaitu, masalah penawaran dan permintaan serta masalah logistik atau rantai distribusi.

Pemerintah diharapkan bisa dengan cepat menangani kenaikan harga bahan pokok disejumlah pasar tradisional di Batam tersebut menjelang kenaikan bahan pokok yang lebih besar sangat rentan terjadi. (andri)

 

Top