Karena Harus Melaut, Anak-Anak Pulau Air Mas Tidak Bersekolah

Nolla Tuuk seorang pemerhati masalah sosial melihat dari dekat kehidupan anak anak nelayan di pulau Air Mas.

BATAM, Kepritoday.com – Perjalanan ditempuh kurang lebih 30 menit dari Pelabuhan Telaga Punggur dengan menggunakan perahu pompong untuk menuju Pulau Air Mas .

Terdapat 42 Kepala Keluarga yang menempati pulau tersebut dan sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan .

Terkadang para suami dilaut hingga berbulan bulan karena tuntutan kebutuhan hidup, hingga sang istri dan anak anak mereka pun turut serta membantu pekerjaan para suami dan ayah mereka.

Maya gadis 12 tahun dari kecil hingga saat ini tidak pernah mengenyam pendidikan bangku sekolah karena sulitnya kebutuhan ekonomi keluarganya dan terpaksa membantu sang ayah ke laut mencari ikan.

Sang ibu Sarah pun membenarkan hal ini karena bekerja dilaut dianggap lebih penting ketimbang bersekolah,karena dengan bekerja dapat menambah penghasilan ekonomi mereka.

“Kalau Maya bersekolah biayanya tentu besar dan ia tidak dapat membantu perekonomian keluarga ,dan kelak dia pun jika sudah dewasa tentu akan menikah  “ katanya dengan tersenyum

Maya sang anak ketika ditanyakan apakah ada kerinduan bersekolah kedepannya, dengan pelan ia menganggukkan kepalanya tanda setuju.

Suryani salah seorang Hamba Tuhan yang ditugaskan melayani Pulau Air Mas, melihat banyak anak anak anggota jemaat nya tidak bersekolah lagi dan putus sekolah.

Nolla Tuuk seorang pemerhati masalah sosial bersama Suryani Kamis. (12/04)  dengan rombongan mengadakan kunjungan dan melihat dari dekat kehidupan penduduk nelayan di pulau tersebut, dia merasa sedih dengan apa yang dialami para ibu dan anak anak nelayan di daerarh tersebut.

Dijaman sekarang masih juga ditemukan anak anak yang tidak bersekolah  dan hilangnya masa pendidikan itu karena tuntutan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga .

“Karena itu kami bersama tim mempunyai rencana program kerja bagi para ibu disini untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan memberikan pelatihan –pelatihan seperti budidaya peternakan ayam atau lain sebagainya, dengan harapan kelak mereka akan dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya dan anak anak mereka pun  dapat bersekolah kembali tanpa harus bekerja di laut lagi” harap Nolla.

Ketua RT Pulau Air Mas, Asep mengatakan beberapa anak anak warga nya yang tidak bersekolah dikarenakan kurang kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi anak anak mereka diusia sekolah.

Pemerintah pun sudah memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada warga didaerahnya beberapa waktu lalu hanya belum dipergunakan dengan maksimal.

Asep berharap kedepannya Pemerintah boleh membantu sarana transportasi seperti perahu pompong yang akan dipergunakan bagi anak anak mereka menuju ke sekolah letaknya dipulau Ngenang seberang pulau Air Mas.

“Sarana lainnya pun yang kami butuhkan seperti, penerangan listrik warga, kami sudah mengajukan kepada Pemerintah Daerah hanya belum terealisasi dan juga  air bersih, air yang kami pakai terkadang  bercampur air laut dengan sisa kotoran limbah “ pungkas Asep.
(Oscar/Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top