KAPAL WANDERLUST PENGANGKUT 1 TON SABU MENJADI TARGET OPERASI EMPAT NEGARA

Sri Mulyani Menteri Keuangan RI poto bersama Kapolri,BNN RI,DJBC RI diacara ekspose pengungkapan 1 ton methampethamine alias sabu.

JAKARTA, Kepritoday.com – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati turut menyaksikan ekspose pengungkapan penyeludupan Internasional oleh para pengedar jaringan Taiwan dengan barang bukti methampethamine alias sabu seberat 1 (satu) Ton lebih yang telah  di lakukan penangkapan oleh Tim Satga Polresta Depok dan Polda Metro Jaya di pantai Anyer (hotel Mandalika) pada 13 Juli 2017 lalu.

Penangkapan terhadap kapal “Wanderlust” diawali dari informasi yang diberikan pihak POLRI bahwa kapal beserta awaknya diduga kuat akan melarikan diri ke Taiwan. Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, pihak POLRI melakukan koordinasi dengan DJBC guna melakukan pencarian dan penegahan terhadap kapal tersebut. Informasi awal yang diperoleh DJBC menyatakan bahwa kapal “Wanderlust” terakhir berada di perairan Bangka Belitung.

Menurut Sri Mulyani seperti yang dilansir di http/.beacukai.go.id yang dimuat pada tanggal 20 Juli 2017 menyampaikan bahwa untuk menindaklanjuti informasi tersebut tim patroli laut DJBC, TNI Angkatan Laut, serta Polisi Air dan Udara melakukan patroli laut terkoordinasi untuk mencari dan menemukan keberadaan kapal “Wanderlust”. Tim patroli laut DJBC dengan kapal BC7005 dan BC8006 bergerak mencari kapal tersebut ke titik duga di sekitar perairan Tanjung Berakit.

Dalam proses pencarian, radar kapal BC7005 menangkap sebuah objek pada titik koordinat 01’21’26” N dan 104’42’12”E di daerah Tanjung Berakit yang disinyalir merupakan kapal “Wanderlust”. Mendapati objek yang diduga sesuai, tim patroli laut DJBC melakukan penyergapan dan menangkap lima orang awak kapal yang merupakan warga negara Taiwan. Guna melakukan penelitian lebih mendalam, tim patroli laut DJBC membawa kapal tersebut ke gudang tangkapan KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam di Tanjung Uncang.

Sri Mulyani Indrawati turut menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang dilakukan oleh DJBC, POLRI, dan TNI dalam melakukan penangkapan kapal “Wanderlust”. Hal ini dikarenakan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah memerintahkan secara langsung kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dan Panglima TNI untuk melakukan penangkapan terhadap kapal tersebut mengingat “Wanderlust” telah menjadi target operasi empat negara sejak dua bulan lalu. (Oscar/Andri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *