Kanwil DJBC Kepri Lakukan Upaya Pencegahan Penghentian Penyelundupan di Laut

R. Evy Suhartantyo, Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Karimun (Poto Ekspose Beberapa Waktu Lalu)

BATAM, Kepritoday.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Tanjung Balai Karimun, selama tahun 2016 telah dan sudah melakukan 118 (seratus delapan belas) tangkapan, sementara di tahun 2015, ada 77 (tujuh puluh tujuh) tangkapan jadi ada peningkatan sekitar 200 persen dari penindakan di laut.

“Jumlah Surat Perintah Berlayar (SPB) nya juga bertambah, untuk dikerawanannya masih naik, sehingga, kami dari Kanwil DJBC Kepulauan Riau, untuk setiap per limabelas hari kita melakukan 13 SPB, jadi ada 13 kapal yang keluar, ada 4 speedboat, kapal 1 SPB dan 8 kapal FVB,” Kata R. Evy Suhartantyo, Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Karimun.

Dijelaskannya, sepanjang dari Medan, Sumatera Utara sampai ke perairan laut Natuna, kita juga bersinergi dengan Bea dan Cukai di Kanwil Timur Sumatera yaitu, di Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Sumbar, terus juga bersinergi dengan aparat penegak hukum lain yang mempunyai satuan tugas patroli di laut seperti TNI AL, Dirpolair, dan KKP, Imigrasi sehinga sinergitas pengawasan berusaha meminimalkan pengawasan upaya-upaya tindak penyeludupan atau kegiatan ilegal di laut. Ujar Evy, saat di temui di KBC Batam Center, Sabtu (04/Februari/2017).

Evy menambahkan, upaya pencegahan Bea Cukai dalam tindakan menghentikan kegiatan penyelundupan di perairan laut diantaranya saling mengevaluasi, memonitor kegiatan-kegiatan tahun kemarin, kemudian kita memetakan kerawanan, melakukan pola strategi internal di lingkungan BC sendiri, penguatan armada kapal, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) kita fresh lagi kemampuan -kemampuan teknik dasar, kemampuan teknik SAR, upaya sinergi eksternal yakni upaya bersinergi dengan pihak penegak hukum lainnya.

“Dalam bulan-bulan tertentu kita akan melakukan patroli koordinasi dengan AL, Bakamla, begitu juga dengan negara lain seperti Malaysia kita setahun dua kali mengadakan patrol costima, dan kedepan kita akan patroli laut dengan Singapura,”paparnya.

Mengenai tangkapan oleh BC Batam, Evy menjelaskan bahwa Batam merupakan kantor tersendiri bukan berada di wilayah DJBC Kepri, berarti secara yudisial dia akan melakukan tindakan penegahan tersendiri, tidak ada pelimpahan ke kantor DJBC Kepri.

“Untuk pelabuhan illegal, kita juga melakukan patroli laut dan darat, namun untuk darat di lakukan oleh kantor Madya Bea Cukai Karimun,” Ucapnya.

“Kita sering menerima laporan dari masyarakat, rekan-rekan media sehingga kalau memang informasinya A1 kami akan tindaklanjuti dengan upaya penegahan,” Tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut media kepri today menanyakan perkembangan terakhir seperti yang beredar di media terkait kapal patroli BC yang di lempari massa dengan bom molotov tersebut, Evy juga menjelaskan bahwa, Perkembangan terakhir terkait pelemparan bom molotov oleh sabtu lalu ke kapal patroli BC, pukul 03.30 wib selama 2 jam Patroli BC 10002 bentrok dengan massa diatas kapal balpres dari Port Klang Malaysia ke Tanjung Balai Asahan, kapal di kuasai oleh mereka dan berupaya membakar,”

“Kita berupaya menyelamatkan orangnya sekitar 50 orang kita selamatkan dan di naikan ke kapal patroli menjadi dua bagian,yang 26 orang kita naikan ke kapal patroli BC-10002 dan 24 kita naikan ke kapal patroli BC- 20002 dari Belawan dan hari minggunya masih di lakukan pemeriksaan dan mereka para pelaku sudah di amankan oleh pihak kepolisian Belawan.”kata Evy menutup pembicaraan. (Ain/Osr).