Kakankemenag Sumbar Buka Rakerda Kemenag Kabupaten Padangpariaman

Usai pembukaan Rakerda Kankemenag Padangpariaman, Kakanwil H. Hendri, Wabup Suhatri Bur dan Kakankemenag H. Helmi berpose bersama ASN Kankemenag Padangpariaman.

PADANGPARIAMAN, Kepritoday.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar, H. Hendri, Jumat (6/4) membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kementerian Agama Kabupaten Padangpariaman di Hotel Nan Tongga, Kota Pariaman.

Rakerda tersebut dihadiri Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, Kepala BPN, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Kankemenag Padangpariaman, H. Helmi.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Suhatri Bur mengatakan, menyikapi persoalan semakin buruknya nilai moral masyarakat terutama persoalan LGBT, pemerintah daerah dari sebelumnya sudah berupaya mengantisipasi masalah tersebut.

“Dari jauh-jauh hari bupati dan wakil bupati sudah mengingatkan persoalan moral ini, terutama untuk kalangan generasi muda agar bergaul yang sehat jangan sampai jadi korban kerusakan mental dan spritual,” ungkapnya.

Menyinggung kasus sodomi yang terungkap beberapa hari yang lalu, ia menghimbau para ulama, tokoh adat, nagari termasuk perangkat pemerintahan yang ada di lokasi kejadian agar melakukan kerjasama mengantisipasi supaya kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Kemudian dengan adanya kerjasama, sebagaimana kita bersinergi dengan Kemenag Padangpariaman dalam hal pembinaan mental dan spritual masyarakat,” tambahnya.

Wabup juga mengatakan, agar Rakerda Kemenag ini, nantinya akan memunculkan sebuah ide dan program baru yang dijadikan sebuah rekomendasi bagi Pemkab Padangpariaman dalam melangkah dan mengambil kebijakan kedepan.

“Oleh karena itu kita sangat berterimakasih pada Kementerian Agama karena sebelumnya juga sudah membuat program antisipasi dan pencegahan kerusakan moral dan mental spritual masyarakat,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kakankemenag Kabupaten Padangpariaman, H. Helmi menyebutkan, perbutan pencabulan dan LGBT dalam agama termasuk perbuatan munkar.

“Jadi perbuatan munkar itu, semua umat Islam berkewajiban bersama-sama mencegahnya, sebagaimana dalam sebuah firman Allah dalam Al Quran, menyeru pada kebaikan dan mencegah dari perbuatan munkar,” tuturnya.

Ia menjelaskan, secara institusi memang Kemenag memiliki tangggung jawab juga atas pembinaan mental spritual, sebagaimana visinya sendiri bagaimana mewujudkan masyarakat yang taat beragama.

“Nah, jika ada yang tidak taat seperti pelaku pencabulan dan LGBT tadi, tugas kitalah bagaimana membuat mereka supaya taat beragama dan dalam menyikapi hal ini Kemenag juga telah mengangkat penyuluh-penyuluh agama di setiap Kecamatan,” pungkasnya.

Ia menambahkan secara keseluruhan Kemenag Padangpariaman memiliki 136 penyuluh honorer dan 42 orang PNS.

“Mereka sudah tersebar di seluruh kecamatan dan terakhir nantinya ditingkat bawah akan ada namanya pembina nagari, jadi jika nagari ada 103 bisa satu nagari 2 penyuluh,” tukuk H. Helmi.

Meskipun jika dibandingkan dengan jumlah rumah ibadah belum sebanding, namun ia mengharapkan semangat kerja mereka untuk semakin ditingkatkan.

“Karena penyuluh ini jadi ikon dan perhatian Menteri Agama, dengan tujuan supaya mereka bisa betul-betul membina masyarakat dan sekali lagi kita berharap kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat supaya terus meningkatkan kerjasamanya dalam mengantisipasi perbuatan maksiat dan munkar karena tantangan ke depan jauh semakin lebih berat,” tutupnya. (Doyx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *