Jemput Aspirasi, Gubernur Tunggu Kalkulasi Air dan Jalan

esenayangLINGGA, Kepritoday.com – Gubernur Kepri, H. Nurdin Basirun, menunggu perhitungan pembiayaan pengelolaan distribusi air ke rumah masyarakat di Senayang. Jika perhitungan sudah akurat, kemungkinan akan ada subsidi agar semuanya segera beroperasi.

“Hitungan global semuanya. Tahap awal bisa dikalkulasikan subsidinya. Bisa juga bantuan perbaikan jaringan,” kata Nurdin usai meninjau tangki air di Kampung Baru, Senayang Lingga, Kamis (8/12).

Nurdin melakukan peninjauan setelah menanyakan langsung apa masalah yang dihadapi masyarakat Kecamatan Senayang, kepada Plt. Camat, Rosmalisa. Ros langsung berkisah tentang air dan listrik. Malah air sudah empat tahun “santai-santai saja” karena tidak bisa beroperasi.

Kendala utamanya adalah biaya operasional. Perhitungan mereka, perlu Rp1,5 juta sehari agar bisa berjalan. Hal itu lebih kepada bahan bakar dan honor enam petugas.

Instalasi air disebutkan Rosmalisa sudah oke. Sumber air di Pulau Sebangka sudah tersambung ke Senayang dengan pipa bawah laut. Seluruh rumah, 630 KK juga sudah tersambung. Lengkap dengan meteran.

Waktu masih tersambung ke 360 rumah, sudah pernah dilakukan percobaan. Selama lima hari air itu mengalir sempurna ke rumah warga. Perhitungannya biaya perhari memang Rp 4.000. Sebulan berkisar Rp 120.000. Untuk sebagian penduduk Senayang, biaya itu terlalu tinggi dan lebih mahal dari biaya listrik mereka perbulan. “Sayang kalau dibiarkan,” kata Nurdin setelah mendengar penjelasan.

Skema penyelesaian agar air ini mengalir memang sudah direncanakan. Seperti diserahkan ke swasta atau bentuk UPT Dinas PU.

“Solusinya sudah tampak. Beri segera kalkulasinya. Kemungkinan ada subsidi supaya segera beroperasi,” kata Nurdin.

Selain itu, jalan di sekitar tangki juga mengalami kerusakan. Gubernur yang semula menaiki sepeda motor terpaksa harus turun. Kepada Kepala SKPD yang mendampingi ke Senayang, Gubernur sudah minta dicatat permasalahan itu.

Tampak mendampingi Gubernur antaranya, Kepala Dinas Pariwisata Buralimar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edi Sofyan dan Kepala Dinas Sosial Doli Boniara. Gubernur memerintahkan agar Dinas Pekerjaan Umum untuk segera ke Senayang menindaklanjuti hal tersebut.

Selain ke Senayang, Nurdin juga minta Dinas PU segera ke Desa Tanjungkelit, Pulau Kelubi. Di Tanjungkelit, Gubernur melakukan peninjauan ke berbagai sudut desa. Pertama yang dilihat adalah proses pembuatan kapal oleh masyarakat setempat. Kepada Edi Sofyan, Nurdin berpesan agar memanfaatkan potensi masyarakat Tanjungkelit dalam membuat kapal. Terlebih kapal untuk bantuan. Apalagi kapal-kapal itu memang dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Nurdin juga melihat pelantar-pelantar masyarakat baik umum maupun pribadi. Nurdin ingin penataannya lebih bagus. Setelah melihat pelantar, dengan menggunakan sepeda motor, Nurdin menyusuri jalan yang belum disemenisasi dan diaspal. “PU harus segera turun,” kata Nurdin.

Termasuk saat melihat tangki dan instalasi air. Kepada masyarakat, Nurdin berpesan untuk tidak membuang sampah ke laut. “Pelan-pelan ya. Nanti kita bantu tosa (alat angkut motor roda tiga),” kata Gubernur.

Demikian juga saat melihat Polindes. Nurdin juga menjemput keluhan bidan dan perawat yang mengelola Polindes. “Yang penting kerja ikhlas. Kita melayani saudara kita semua,” katanya.

Kunjungan ke Senayang kali ini adalah yang kedua dalam lima hari terakhir. Sebelumnya Gubernur bersama Danrem Brigjend Fachri ke Senayang Ahad (4/12) lalu setelah musibah pada Pesawat Polri M28 Skytruck.

Kamis (8/12) pagi, Gubernur ikut menyambut Kapolri Jendral Tito Karnavian yang melakukan peninjauan ke koordinat musibah pesawat itu. Kapolri juga melihat langsung Posko Tim Pencari di Senayang dan berdialog langsung dengan nelayan yang pertama kali melihat dan menemukan serpihan musibah itu. (RZA/Hm)