Jasa Raharja Gelar Dialog Publik Guna Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Kepala Jasa Raharja Batam, Haryo Pamungkas sedang memberikan pemahaman publik terkait Jasa Raharja

Kepala Jasa Raharja Batam, Haryo Pamungkas sedang memberikan pemahaman publik terkait Jasa Raharja

BATAM, Kepritoday.com –  Jasa Raharja (persero) Batam, menggelar kegiatan dialog publik di Wisma Batamindo (27/07). Tujuan dialog ini, tentunya mengedukasi masyarakat, dan memberikan pemahaman perbaikan berlalu lintas dan meminimalisir kecelakan yang terjadi di Kota Batam ini.

Undangan yang hadir dalam dialog publik ini, Kadishub Batam, perwakilan mahasiswa, perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang ada dikawasan Industri Batamindo.

Adapun Nara sumbernya yaitu, Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol.Edi Yudianto, Direktur Jasa Raharja Batam, Haryo Pamungkas, Kadishub Kota Batam, Zul Hendri, pengamat Transportasi, Jontro Simanjuntak, dan BPJS Ketenagakerjaan Batam, Ahmad Fatoni.

Jasa Raharja yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang melaksanakan ketentuan UU nomor 33 tahun 1994 Jo PP nomor 17 tahun 1965 tentang pertanggungan kecelakaan penumpang umum dan UU nomor 34 tahun 1964 Jo PP nomor 18 tahun 1965 tentang dana kecelakaan lalulintas jalan, bertugas memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat yang tertimpa musibah kecelakaan yaitu musibah kecelakaan penumpang umum dan kecelakaan lalulintas jalan dengan selalu mengedepankan pelayanan kepada masyarakat Indonesia.

Dalam dialog publik ini mengambil tema ” Budaya Proaktif guna Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat “ budaya menurut wikipedia org adalah, suatu cara hidup yang di kembangkan dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dengan diwariskan dari generasi ke generasi.

Sedangkan proaktif menurut psikoterapi.com adalah, orang yang relatif tidak terpengaruh kekuatan situasi disekitarnya bahkan orang tersebut mampu mempengaruhi timbulnya perubahan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa budaya proaktif adalah suatu cara hidup yang mengakar, yang tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya dan mampu mempengaruhi timbulnya perubahan.

Dengan tema ini diharapkan, peserta dialog publik akan memiliki berbudaya proaktif dalam berprilaku dan sikap dalam bentuk tertib lalulintas, tertib dalam bermasyarakat, dan tertib dalam mentaati semua peraturan.

Para Narasumber dari Dirlantas Polda Kepri,Jasa Raharja,Pengamat Transportasi dan BPJS Ketenagakerjaan.

Para Narasumber dari Dirlantas Polda Kepri, Jasa Raharja, Pengamat Transportasi dan BPJS Ketenagakerjaan.

Salah satu bentuk proaktif yang dilakukan Jasa Raharja guna peningkatan pelayanan diantaranya adalah, pengutipan data laka secara konsisten, petugas mobile service mengutip data dan laporan polisi atas kecelakaan lalulintas, menyampaikan informasi kepada korban atas kepastian jaminan hak santunan dan persyaratan administrasi yang diperlukan, secara rutin dan konsisten petugas mobil service mengunjungi fasilitas kesehatan dan menertibkan surat jaminan bagi korban yang terjamin UU nomor 33 dan nomor 34 tahun 1964.

Perubahan juga yang telah dilakukan Jasa Raharja, salah satunya mengenai sinergi data laka IRSMS ( Integrated Road Safety Management System) dan DASI JR ( Aplikasi Jasa Raharja) dengan mekanisme sebagai berikut.

Pertama, apabila terjadi kecelakaan lalulintas pihak kepolisian datang untuk olah TKP dan membawa korban ke Rumah Sakit.

Kedua,pihak rumah sakit dan BPJS menginput data korban laka.

Ketiga,data yang di input masuk ke BPJS yang akan secara otomatis masuk ke service Jasa Raharja.

Keempat,setelah masuk ke service Jasa Raharja akan masuk notifikasi berupa SMS ke petugas yang menjadi PIC rumah sakit yang bersangkutan.

Kelima,berdasarkan data SMS tersebut petugas membuat surat jaminan kepada korban laka lantas.

Dasar pelaksanaan mengambil lokasi acara di Wisma Batamindo, dikarenakan data kejadian kecelakaan lalulintas yang mendapatkan santunan dari jasa rahaja banyak yang merupakan berprofesi karyawan, tercatat 31% dari total keseluruhan, yang berarti tertinggi dari profesi lainnya, jika dirinci kecelakaan ditingkat karyawan/karyawati dalam 5 tahun terakhir, tercatat 171 korban meninggal dunia, 336 korban luka-luka, 4 korban cacat tetap dan 4 korban biaya pemakaman. (andri)