Ini Kronologi Tegahan Kasus Penyelundupan Sabu dan Heroin dari Malaysia

R. Evy Suhartantyo, Kabid Bimbingan Kepatuhan Layanan Informasi Bea dan Cukai tipe B kota Batam, saat konferensi pers tersangka penyelundupan sabu dan heroin.

BATAM, Kepritoday.com – Kabid Bimbingan Kepatuhan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai tipe B Kota Batam, R.Evy Suhartantyo, menjelaskan terkait penegahan atas tersangka warga negara Malaysia yang selundupkan sabu dan heroin, pada pemberitaan (14/08) sebelumnya.

“Jadi pada hari Senin tanggal 14 Agustus 2017 sekitar pukul 17.30 wib Costum Narkotic Tim (CNT) Bea dan Cukai Batam berhasil menindak satu orang laki-laki warga negara Malaysia An.Mohamad Safiq bin Sulaiman (29), dia adalah penumpang kapal NV.Indo Mas dari Stulang Johor Malaysia,” kata R.Evy.

“Berdasarkan analisis profiling penumpang yang bersangkutan dicurigai setelah lepas dari Imigrasi kemudian melalui X-ray gerak-geriknya mencurigai,” kata R.Evy saat konferensi pers Rabu (16/08/2017) di lobby Kantor Bea dan Cukai Batam pada pagi hari.

“Setelah kita analisis dari pasport kita mencurigai juga karena routenya Batam-Lombok, Lombok -Malaysia dan itu dilakukan sebanyak lima kali,” ujar R.Evy.

R.Evy menjelaskan lagi, jadi penegahan dia yang kemarin adalah yang ke lima kalinya dilakukan penyelundupan tersebut. Di Indonesia dia hanya tiga hari dan melakukan aksinya lima kali, jadi aksi si tersangka kemarin yang ke lima kali berhasil kita tangkap. Selanjutnya kita lakukan wawancara di ruang bea cukai dan test urine disitu juga,ternyata hasil urine nya positif mengandung methampethamine.

“Langkah berikutnya yang kita ambil tindakan adalah membawa tersangka ke RS.Awal Bross untuk dilakukan rontgent,hasil dari rontgent tersebut kedapatan bawa 3 paket kecil yang disembunyikan dalam anusnya,”

“Kemudian kami bawa ke kantor bea cukai Batam dan kita lakukan kepada tersangka untuk mengeluarkan barang haram tersebut. Masing-masing yang dua paket itu 120 gram positif methampethamine atau sabu,kemudian yang 10 gram ternyata heroin,yang sampai kan kemarin morphine setelah kita perbaiki ternyata heroin dan barang bukti lain yang kita amankan adalah dompet tersangka uang 195 ringgit Malaysia,” jelasnya.

“Dan yang bersangkutan ini diupah dengan ringgit Malaysia sebesar 1000 ringgit,untuk diberikan kepada orang yang di Batam,” ucapnya.

Kemudian malam harinya barang bukti dan tersangka nya kita serahkan kepada Kapolda Kepri untuk pengembangan lebih lanjut.

“Bea cukai Batam selama Januari hingga Agustus 2017 telah melakukan penindakan selama 17 kali, dan yang ke 15 kalinya di pelabuhan ferry Internasional Batam Center,” kata R.Evy.

“Jadi tim CNT Bea dan Cukai Batam sudah menindak 15 kali yang satu kali di Harbour Bay yang dua kali di Bandara Hang Nadim Batam.” pungkasnya. (Andri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *