HUT Kota Pariaman ke-17, Para Lansia Ikuti Lomba Lansia Sehat dan Senam Sehat

7
Walikota H. Genius Umar meninjau salah satu stand pada Lomba Lansia Sehat dan Senam Lansia Tingkat Propinsi Sumatera di Rumah Tabuik Pasa, Karan Aur.

KOTA PARIAMAN, Kepritoday.com – Walikota Pariaman, H. Genius Umar, membuka secara resmi Lomba Lansia Sehat dan Senam Lansia Tingkat Propinsi Sumatera Barat yang diselenggarakan dalam rangka HUT Kota Pariaman ke-17 dan Hari Lanjut Usia ke-23 di Rumah Tabuik Pasa, Karan Aur, Selasa (9/7).

“Hari ini dilaksanakan Hari Lanjut Usia ke-23 dengan Lomba Lansia Sehat dan Senam Lansia Tingkat Propinsi Sumatera Barat, untuk peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-24 tahun 2020 mendatang, Kota Pariaman siap menjadi tuan rumah”, ungkapnya.

Menurut Genius, pemerintah memang memperhatikan sejak sebelum lahir ke dunia, hingga meninggal dunia. Khusus kelompok lanjut usia, walaupun sudah pensiun tetapi tetap beraktifitas. Para lansia dibuatkan kegiatan yang menyenangkan sehingga merasakan hapi, bahagia. Bagaimana lansia tersebut bisa juga produktif, tidak menjadi beban semata bagi keluarganya. Seperti menyulam, bisa menghasilkan uang. Hanya saja bagaimana hasil sulamannya lebih bernilai ekonomi.

“Saat ditanya berapa lama membuat satu sulaman, dijawab satu bulan. Lalu berapa dijual, hanya Rp 100.000. Nah bagaimana nilai jualnya bisa lebih tinggi”, katanya.

Ia juga mengatakan, saat ini ada sekitar 13.000 lansia di Kota Pariaman. Mereka bisa beraktifitas di rumah lansia yang terletak di
rumah Tabuik Pasa Pariaman. Di sini lansia tersebut bisa beraktifitas
seperti berolahraga, memeriksa kesehatan gratis, senam, dan kegiatan
lainnya.

Ditempat yang sama, Ketua TP PKK Sumbar, Ny. Nevi Zuariana memberikan apresiasi terhadap rumah lansia dan penanganan lansia di Kota Pariaman.

“Ini yang terbaik di Sumatera Barat. Nanti saya sarankan kabupaten/kota lain di Sumbar bisa belajar ke Pariaman ini bagaimana kegiatan dan pelayanan terhadap lansia. Saya terkesan dengan apa yang dilakukan lansia di Kota Pariaman ini”, kata Nevi.

Di luar negeri seperti di Singapura, tambah Nevi, lansia yang sudah pensiun dari tugasnya tetap saja bekerja karena tingkat gizi yang sudah baik di luar negeri tersebut sehingga produktifitas masih tinggi. Tak heran jika di luar negeri tersebut, meski sudah lansia masih saja produktif.  (Mudawar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.