Gunung Dewa Siantan Anambas Dipadati Pengunjung

vihara anambas

Vihara Gunung Dewa Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas

TAREMPA, Kepritoday.com : Sehari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2665, Vihara Gunung Dewa Siantan dipadati pengunjung. Tampak ratusan warga Tionghoa datang silih berganti ke vihara yang dibangun sejak 1960 ini untuk melakukan sembahyang, mengucap syukur atas datangnya tahun ‘Kuda Kayu’ kepada sang pencipta.

                         
“Tahun ini memang tidak ada kegiatan seperti dulu. Misalnya ada kegiatan lelang, bagi-bagi parcel atau kegiatan lain yang dilaksanakan oleh remaja. Tapi kesemarakannya tidak kurang, malah banyak yang datang untuk sembahyang dan terlihat khikmat,” ungkap Ketua I Pengurus Vihara Gunung Dewa Siantan, A Wang.

Dijelaskan A Wang, makna perayaan Imlek pada dasarnya bukan hanya sekedar perayaan yang semarak, namun lebih kepada peningkatan tali silaturahmi antar sesama warga keturunan Tionghoa yang ada di Indonesia. Menurutnya, Imlek bukan merupakan ritual Agama atau kepercayaan tertentu, namun merupakan tradisi dari kebudayaan Tionghoa itu sendiri.

“Orang banyak salah kaprah, mereka pikir Imlek itu kaitannya dengan Agama, padahal tidak. Ini merupakan tradisi kebudayaan kita (Tionghoa-Red) yang harus dilestarikan, bukan hanya oleh 1 keturunan tionghoa dari agama tertentu. Intinya ini merupakan ajang kita saling berkumpul dan bersilaturahmi dengan sesame,” paparnya.

Budaya silaturahmi tersebut terlihat jelas dengan ramainya orang yang sengaja mudik ke kampong halamnnya masing-masing hanya untuk merayakan Imlek bersama keluarganya. Dari penuturan Awang diketahui, hampir seluruh warga keturunan Tionghoa asal Anambas “Pulang Kampung” dalam perayaan tahun baru Imlek ini.

“Hampir pasti kita pulang ke kampong kita masing-masing, untuk ketemu dengan sanak keluarga dan merayakan Imlek bersama. Termasuk juga warga kita yang ada diluar Tarempa, kebanyakan pulang kesini (Tarempa-Red),” imbuh A Wang.

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Anambas, Kiong. Menurutnya Imlek mengandung makna kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi. Karenanya PSMTI sendiri akan mengadakan kegiatan Imlek bersama, yang akan dihadiri oleh seluruh warga yang merayakan Imlek .

“Kita dari PSMTI nantinya akan mengadakan imlek bersama. Gunanya adalah untuk mempererat tali silaturahmi diantara kita. Karena kita semua ini kan sebenarnya adalah keluarga, jadi jalinan kekeluargaan tersebut harus semakin dipererat,” ucap Kiong.

Kemeriahan pergantian Tahun Baru Cina juga dirasakan di Anambas. Di Tarempa, suasana kemeriahan pergantian tahun ‘kuda kayu’ ini mulai terasa sejak Kamis (30/1) malam. Warna warni serta suara letupan kembang api seakan menjadi bukti kemeriahan dari pergantian tahun baru Cina ini.

Kelap kelip lampion dibeberapa rumah masyarakat juga menambah semarak pergantian tahun 2565 ini. Tidak hanya menyambut tahun baru Cina dengan kemeriahan kembang api, beberapa masyarakat yang menyambut Tahun baru Cina di ibukota Kabupaten Anambas ini juga mendatangi Vihara Gunung Dewa Siantan untuk melaksanakan ibadah.

Kemeriahan pergantian tahun baru, tidak hanya terjadi pada malam hari saja. Jumat (31/1) pagi  hari,suara petasan dan kembang api pun masih terdengar dibeberapa ruas jalan utama di ibukota kabupaten maritime ini. Mereka berharap, dipagi hari dalam menyambut tahun yang baru ini, agar dapat diberikan nikmat yang lebih baik dibandingkan dengan tahun kemarin. (red/net)