Gas LPG 3 kg Akan Kembali Normal

Desy Afriyanti : Sebenarnya Gas 3 Kg Tidak Langka di Tanjungpinang.

Kantor Disperindag Kota Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG, Kepritoday.com – Kelangkaan gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) subsidi 3 Kg di Kota Tanjungpinang akhir-akhir ini menjadi masalah serius bagi ibu-ibu rumah tangga. Kelangkaan gas 3 kg ini disebabkan karena stock tertunda semenjak liburan Idul Adha. Sehingga hal ini sempat membuat bingung masyarakat, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga.

Beberapa hari yang lalu, Kota Tanjungpinang mengalami kekosongan gas elpiji 3 Kg yang bertepatan dengan hari raya qurban yang mana masyarakat banyak membutuhkan gas 3 Kg khususnya.

Sementara itu, kepada Media ini, Kepala Disperindag Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Desy Afrianti, diruang kerjanya, Jumat. (08/09) menyampaikan, agar warga Tanjungpinang tidak perlu panik terkait keterbatasan pasokan Gas LPG 3 Kg di pangkalan dan pengecer.

Sebab, Pemerintah Kota Tanjungpinang, dalam hal ini Disperindag sudah meminta Pertamina dan para agen untuk segera mendistribusikan LPG 3 Kg keseluruh pangkalan.

Bahkan dari hasil koordinasi Pihak Pertamina bersedia menambah pasokan hingga 50 persen, serta menggelar operasi pasar bersama para agen penyalur. jelas Desy.

“Kami, Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Pertamina dan Instansi terkait sudah turun ke lapangan mengecek ketersediaan gas elpiji 3 Kg, jadi insyaallah kedepannya di Tanjungpinang tidak akan terjadi kelangkaan gas elpiji,” Tegasnya.

Dalam Peraturan Presiden RI nomor 104 tahun 2007 tentang penyediaan pendistribusian dan penetapan harga gas tabung 3 Kg, salah satu isi ayatnya menyebutkan bahwa yang berpenghasilan dibawah Rp.1,5 juta baru boleh menggunakan gas 3 Kg.

“Dari pantauan kami, operasi pasar sudah dilaksanakan Pertamina bekerjasama dengan para agen disejumlah tempat, sejak Senin (5/9) lalu, dan operasi pasar akan terus berlangsung sampai pasokan kembali normal.” kata Desy.

Namun demikian, warga jangan pula melakukan aksi borong-borong LPG untuk buat stok persediaan, karena kekosongan LPG di pangkalan bukan disebabkan kurangnya stok, namun soal distribusi. Jelasnya. (Djo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *