Ekonomi Kepulauan Riau Meningkat di Triwulan II Agustus 2016

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka Putra

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Gusti Raizal Eka Putra

BATAM, Kepritoday.com –  Perekonomian provinsi Kepri, pada triwulan II tahun ini 2016 meningkat dibanding triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 5,40% lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya, yang tumbuh 4,54% peningkatan ini sejalan dengan dengan perekonomian nasional yang tumbuh 5,18% juga meningkat di triwulan sebelumnya, sebesar 4,91%.

Peningkatan perekonomian ini dilihat dari beberapa sisi diantaranya, pertama, dari sisi permintaan dorongan ekonomi yang dipengaruhi konsumsi rumah tangga dan investasi.
Konsumsi rumah tangga, tumbuh 8,58% menguat dibanding triwulan sebelumnya 6,30% yang di pengaruhi oleh dorongan konsumsi barang tahan lama (non makanan) yang sering dicairkannya.

Tunjangan Hari Raya (THR) dan pembayaran gaji ke 13 dan ke 14, selain itu investasi tumbuh 8,63% berbalik dari triwulan sebelumnya yang mengalami penurunan 2,14%.

Meningkatnya realisasi investasi bangunan turut berperan dalam laju investasi pada triwulan laporan,sementara itu kondisi ekonomi global yang masih rentan turut mempengaruhi kinerja ekspor  Kepri yang hanya tumbuh 2,16% melambat di banding triwulan sebelumnya, 3,17%. Meski demikian import menguat sebesar 7,29% yang tinggi dari triwulan lalu 0,54%

Kedua, dari sisi lapangan usaha yakni peningkatan sektor industri pengolahan dan kontruksi menjadi pendorong utama penguatan ekonomi Kepri. Sektor industri pengolahan dan kontruksi masing-masing tumbuh 5,13% dan 4,4% lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, 4,13% dan 0,3%.
Meningkatnya permintaan domestik terhadap barang elektronik serta realisasi proyek infrastuktur Pemerintah dan swasta, yang merupakan faktor pendorong peningkatan pertumbuhan kedua sektor tersebut.

Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran,reparasi mobil dan motor tumbuh 9,14% melambat dari triwulan sebelumnya 13,55% yang dipengaruhi jumlah wisman dan aktivitas MICE yang menurun,bahkan kontraksi masih terjadi disektor pertambangan dan penggalian sebesar 3,42% semakin dalam dibanding triwulan sebelumnya 1,94% (And)