Drs,.HS. Rizal Nurdin : Tiga Poin Kemenangan di Hari Raya Idul Fitri I Syawal, 1439 H

Drs.HS Rizal Nurdin,Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bogor saat menyampaikan khutbah sholat idul fitri 1 syawal 1439 H di lapangan MIM Dahu.

BOGOR, Kepritoday.com – Warga Muhammadiyah Ranting Dahu, berbondong-bondong menuju lapangan MIM Dahu, untuk melaksanakan sholat idul fitri 1 syawal 1439 H pada hari Jumat 15 Juni 2018. Tampak hadir dalam sholat ied tersebut sesepuh urang Dahu dan tokoh muhammadiyah seperti H.Ilyas,H.Abdul Rozak, Ketua Paguyuban Urang Dahu, H.Fachrudin, serta tokoh muda, masyarakat lainnya.

Dalam khutbah singkatnya Drs.HS.Rizal Nurdin selaku imam dan khatib sholat idul fitri, menyampaikan bahwa yang paling utama dan yang pertama, marilah kita sampaikan rasa syukur kita kepada Allah SWT, yang telah mengantarkan kita semua, pada saat ini kelapangan dengan rahmat nya, karunianya, untuk melaksanakan sholat ied, mudah-mudahan sholat ied kita menjadi saksi kebaikan disisiNya.

Satu hal yang perlu diketahui,ada beberapa kemungkinan umat islam pada hari ini, di raut wajahnya bahagia dan senang, tidak ada sepertinya yang merundung kesedihan, karena memang mempunyai kebahagiaan yang telah menjalankan ibadah puasa, memanfaatkan apa yang telah di berikan oleh Allah, fadilah dan faedah bulan ramadhan sesungguhnya penuh dengan keimanan pada Allah. Inilah kebahagiaan di raut wajah manusia khususnya umat muslim,tetapi tidak semua umat islam merayakan kemenangan di hari raya, ternyata cuma palsu belaka, mereka merayakan kemenangan orang lain bukan dirinya sendiri, ini yang paling rugi dihadapan Allah SWT.

Barang siapa yang melaksanakan ibadah puasa untuk Allah,dengan penuh keimanan dengan dasar kepercayaan, aqidah yang kuat melaksanakan puasa ramadhan dengan penuh kehati-hatian rasa ingin di hargai oleh Allah SWT,  maka Allah pun tidak sia-sia kepada kita memberikan satu hadiah, yaitu di ampuninya dosa kita yang telah lalu. Berarti kita sekarang ini dalam kesucian.

Seharusnya bulan ramadhan yang telah meninggalkan kita ini membimbing kita ini sebulan penuh, kita jadikan dalam diri kita pendidikan bulan ramadhan itu menjadi karakter ahlak mulia kepada diri kita. Jangan sampai kita melakukan ibadah ramadhan topeng belaka, bukan wajah asli, ketika bulan ramadhan begitu sepertinya sempurna, dilakukan nya ibadah-ibadah yang telah di contohkan oleh Rasulullah SAW, tapi ternyata setelah pergi bulan ramadhan, kembali ke wajah asli, malas beribadah malas ke masjid, malas shodaqoh, malas silaturahim dan kebaikan-kebaikan lain terkikis habis setelah hilang nya bulan ramadhan.

Perlu di ketahui idul fitri bukan lah kendaraan yang bagus, yang dimiliki oleh orang kaya, tetapi hari raya dimiliki oleh orang-orang yang takut hari pembalasan. Idul fitri bukan lah di miliki orang-orang yang memakai baju baru, pakaian bagus, makanan yang enak-enak, tetapi idul fitri di miliki oleh orang yang taqorrub kepada Allah SWT.

Ada tiga kemenangan di hari raya idul fitri ini, yang pertama kemenangan spiritual, yang dimaksud kemenangan spiritual adalah kita sebagai manusia yang awalnya memiliki hati kotor, penyakit bathin, kekotoran jiwa, setelah di terpa bulan ramadhan mendatangkan kesucian, inilah kemenangan spiritual.

kedua kemenangan intelektual. Kecerdasan yang bisa membimbing kita kepada jalan yang di rahmat Allah. Dan yang ketiga kemenangan emosional. Yang di maksud kemenangan emosional adalah memiliki rasa kasih sayang, rasa iba kepada yang lain, empati kepada yang lain.

“Di akhir khutbah singkat ini saya ingin mengajak kepada diri saya sendiri, semuanya mari kita tingkatkan kualitas keimanan, ketaqwaan, kepada Allah SWT, marilah kita sambut kemenangan ini dengan sandaran semoga sebelas bulan kita akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.” ujar Nurdin. (Andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top