DPW YLMN-MC3 Provinsi Kepri Gelar Aksi Tanam Mangrove di Nongsa Batam

Poto bersama pengurus DPW YLMN-MC3 Provinsi Kepri dalam kegiatan tanam mangrove di Nongsa Batam,Minggu (21/01/2018).

BATAM, Kepritoday.com – Yayasan Mangrove Crab Cultivation Community/YLMN-MC3 DPW Provinsi Kepri melaksanakan kegiatan bakti sosial penanaman bibit mangrove di kampung klembak Kecamatan Nongsa siang ini Minggu (21/01/18).

Diperkirakan ada seratusan anggota dan masyarakat nelayan berbaur ikut terlibat dalam program penanaman ini.

Ketua DPW YLMN-MC3 kepri Syahril, S. Sos yang memotori kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin bidang sosial budaya karena berdirinya yayasan yang independent ini mempunyai misi dan visi untuk pemerhati lingkungan khususnya area sekitar pantai dan ini sebagai bukti nyata yang kongkrit kita dalam membantu melaksanakan program pemerintah.

Dalam sambutannya Syahril mengaku bangga bisa bersirahturami berkumpul bersama para nelayan dalam semangat persaudaraan yang kental. Dan dalam program hari ini diharapkan memberi mampaat besar bagi kelestarian lingkungan dan generasi masa depan.

“Kita akan membuat kawasan kampung ini menjadi pilot project penghijauan pertama di Kepri ini dan akan kita jadikan daerah ini menjadi daerah wisata¬† mangrove dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama,” kata Syahril.

Menurutnya, mangrove¬† memiliki manfaat dari aspek fisik yang dapat mencegah erosi dan abrasi akibat ombak laut yang menerjang. Selanjutnya memiliki fungsi sosial budaya dimana lingkungan ini kental dengan wisata sehingga kita bisa membangun daerah dari sisi keindahan alamnya.”

“Di Batam tidak semua daerah panas dan gersang akibat pembangunan, tetapi disisi lain ada juga tempat yang bagus, ” ujarnya.

Selain itu, dibalik hijaunya hutan mangrove dan mamfaatnya yang sangat berarti bagi lingkungan, ternyata juga memiliki manfaat ekonomi. Belum banyak masyarakat yang tahu bahwa mangrove bisa diolah menjadi minuman sirup, selai dan tepung.

“Kemudian hutan-hutan yang tampak alami juga menjadi rumah bagi ratusan binatang seperti biawak, kura-kura, ungas atau burung, monyet dan jenis binatang lainnya. Disini mereka hidup dengan baik dan terpelihara,”kata Syahril.

“Memang program kita sangat konprehensif semua bidang aspek kehidupan.
Sekecil apapun kontribusi kita terhadap alam itu dampaknya luar biasa, ” tutupnya. (tri/budi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *