Donor Darah Wujud Protes Terhadap Dewan Pers

MAKASSAR, Kepritoday.com – Sebagai bentuk solidaritas terhadap Almarhum Muhammad M Yusuf yang meninggal di LP Kotabaru Kalimantan Selatan, dimana sebelumnya Almarhum ditangkap dan dipenjara karena menulis berita tentang PT. MSAM, makanya FPII Setwil Sulawesi Selatan menggelarn Donor Darah dan halal bihalal.

” Kita tidak hadir ke Jakarta pada aksi 04, sebagai bentuk solidaritas dan protes banyaknya terjadi kriminalisasi dan diskriminasi terhadap wartawan serta kebijakan-kebijakan Dewan Pers yang sudah melanggar UU PERS No. 40 thn 1999, sehingga kita lakukan Donor Darah ini,” Ucap Sekretaris FPII Sulsel Arif Wangsa, sabtu (07/07/18)

Ia juga menjelaskan kegiatan donor darah ini adalah wujud dari intruksi Presidium FPII Pusat yang memberi arahan agar melakukan kegiatan-kegiatan sosial masyarakat dan menggalang sinergisitas dengan sesama jurnalis, instansiPemerintah, TNI,Polri dan masyarakat.

Dalam sambutannya Ketua Panitia, Muhammad Alif menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak – pihak yang ikut membantu sehingga terselenggaranya acara Halal bihalal dan donor darah ini yang digagas Forum Pers Independent Indonesia (FPII) dan Komunitas Maccini Community (MC).

Acara yang berlangsung di pelataran Parkir kantor Badan Pendapatan Daerah (Bappedda) Kota Makassar ini dibuka langsung oleh Kabag Kesra Pemkot Makassar, Aswis Badwi yang mewakili Walikota Makassar.

Dalam sambutannya aswis mengatakan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan MC dan FPII. Apalagi masih suasana lebaran kita masih bisa bermaaf-maafan khususnya Umat Muslim dan kegiatan sosial donor darah.

“Saya mewakili Walikota memohon maaf karna Walikota yang tidak sempat hadir di acara ini dikarenakan beliau sedang berada di kegiatan yang lain. Beliau sangat mendukung dan mengapresiasi acara seperti ini ,” ungkapnya

Acara ini juga di hadiri Ketua Konite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Makassar, Ryo Christopher, Perwakilan Kecamatan Makassar, perwakilan Kelurahan Maccini, Tokoh Masyarakat dan warga sekitar Kelurahan Maccini.

(Sumber : FPII)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top