Dit Reskrimum Polda Kepri Amankan 18 Orang Kasus Gelper Elektronik Lytech

Ditreskrimum Polda Kepri saat ungkap dugaan perjudian gelper elektronik di pendopo Mapolda Kepri

BATAM, Kepritoday.com – Pada hari Rabu tanggal 5 September 2018 sekira pukul 13.00 Wib, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga menerangkan tentang dugaan tindak pidana perjudian jenis Gelanggang Permaianan Elektronik Sebagai Berikut :

Konferensi pers ungkap jasus dugaan tindak pidana perjudian jenis Gelanggang Permainan Elektronik dilaksanakan di Pendopo Polda Kepri pada hari Rabu tanggal 5 September 2018 sekira pukul 11.30 wib dihadiri oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol. Hernowo Yulianto, Sik, Kabid Humas Polda Kepri, Kasubbdit IV Dit Reskrimum dan serta para awak media.

“Kronologis kejadian yaitu, pada hari kamis tanggal 30 Agustus 2018 anggota Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat bahwa di gelper “YHK Zone” yang berlokasi di komplek Lytech Centre blok b11-b15 lantai 2 kel. Sadai kec. Bengkong Kota Batam ada kegiatan perjudian yang berkedok gelanggang permainan elektronik,” kata Erlangga.

Kemudian pada hari kamis tanggal 30 Agustus 2018 sampai dengan hari sabtu tanggal 1 September 2018, anggota Subdit III Ditreskrimum melakukan penyelidikan di lokasi tersebut, dan benar ditemukan dugaan tindak pidana perjudian jenis gelanggang permainan.

Pada hari Minggu tanggal 2 September 2018 sekira pukul 22.00 wib, anggota Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penindakan terhadap dugaan tindak pidana perjudian jenis gelanggang permainan elektronik.

Dari hasil penindakan tersebut,diamankan 18 (delapan belas) orang yang diduga sebagai pelaku dugaan tindak pidana perjudian jenis gelanggang permainan, yang kemudian seluruhnya dibawa ke Mapolda Kepri beserta barang bukti guna dilakukan proses penyidikan.

“Dari hasil pemeriksaan para terduga pelaku dan hasil analisa terhadap seluruh barang bukti, penyidik melakukan gelar perkara dan memperoleh kesimpulan bahwa terhadap 8 (delapan) orang terduga pelaku telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana perjudian sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 303 jo 303 bis jo 55 kuhp, oleh karena itu akan dilaksanakan upaya paksa penahanan di rutan Polda Kepri terhitung hari senin tanggal 3 september 2018, sedangkan 10 (sepuluh) orang lainnya tidak ditemukan adanya keterlibatan secara langsung dalam proses perjudian yang dilakukan oleh para pelaku, dan dijadikan saksi dalam berkas perkara,” ungkapnya.

Modus operandi :

Pemain yang menang dan mendapat hadiah berupa rokok, menukarkan hadiah tersebut dengan sejumlah uang kepada penukar hadiah di sebuah warung depan lokasi gelper “YHK Zone”.

Kronologis penanganan perkara  :

Tersangka atas Inisial :

PS, selaku manager, AI, selaku penukar hadiah, TS, selaku kasir koin, RI, selaku kasir hadiah, ME, selaku wasit, DH, selaku wasit, ZL, selaku pemain, MN, selaku pemain

Barang bukti :

1 (satu) unit mesin dora dan chip;

1 (satu) unit mesin world cup dan chip;

Dokumen perizinan atas nama CV. YHK Zone :

Tanda daftar usaha pariwisata;

Surat keterangan domisili.

1 (satu) unit dvr CCTV;

1 (satu) bundel laporan keuangan;

1 (satu) bundel kwitansi gaji karyawan;

Uang tunai dengan total sebesar Rp 73.440.000,- (tujuh puluh tiga juta empat ratus empat puluh ribu rupiah);

2 (dua) buah dus kosong gudang garam surya 16;

1 (satu) unit kalkulator merk deli no. 1671 yang terdapat tulisan whyl hae;

39 (tiga puluh sembilan) slop rokok gudang garam surya 16;

1 (satu) unit mobil merk nissan sentra warna abu-abu bp 474 ak;

2 (dua) unit handphone merk xiaomi;

1 (satu) buah buku setoran wasit;

1 (satu) lembar catatan kasir koin;

3 (tiga) buah buku catatan hasil penjualan kredit point wasit mesin world;

2 (dua) buah buku nota cancelan pemain di mesin world cup;

2 (dua) buah kunci mesin gelper yhk zone;

1 (satu) lembar catatan setoran cancel pemain;

1 (satu) lembar catatan cancel pemain;

1 (satu) buah kunci mesin permainan jenis dora;

1 (satu) lembar catatan cancel pemain atas nama wasit melin;

1 (satu) lembar catatan cancel pemain atas nama wasit devi;

1 (satu) buah buku catatan hadiah.

Para tersangka di duga telah melanggar Pasal 303 jo 303 bis jo 55 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 10 (sepuluh) tahun kurungan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top