Deklarasi Batam Damai Digelar Ratusan Mahasiswa Di Alun-Alun Pemko Batam

Ratusan mahasiswa di alun-alun Pemko Batam menggelar deklarasi Batam Damai.

BATAM, Kepritoday.com – Ratusan mahasiswa-mahasiswa yang tergabung dalam PMII Unrika, BEM Ibnu Sina, organisasi Gema Tabagsel Kepri dan Imit (Ikatan Mahasiswa Indonesia Timur) menggelar Aksi Deklarasi Batam Damai di Alun-alun Pemko Batam, Minggu (12/8/2018).

Dalam aksi itu, mereka berjalan santai disepanjang kawasan Pemko Batam dengan membawa spanduk bertuliskan #tolakaksidiobjekvital dan #tolakpolitikpratisditempatibadah#. Hal itu mereka lakukan untuk menolak adanya aksi dikawasan objek vital dan politik praktis ditempat ibadah, seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu dikawasan Bandara Hang Nadim dan Masjid Agung Batam Center.

Selama berjalan santai, sorak-sorakan suara para mahasiswa dan pemuda terdengar riah-riuh ditambah lagi dengan lagu wajib Indonesia yang mereka nyanyikan di sepanjang jalan membakar api semangat mereka untuk mendeklarasikan Batam Damai.

Tongku April Hasibuan, SH selaku Koordinator Umum dalam deklarasi itu meminta kepada MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Batam agar segera mengeluarkan fatwa larangan menggunakan tempat ibadah untuk kegiatan kampanye terselubung maupun politik praktis lainnya, karena menurutnya hal itu bisa mengganggu orang-orang yang menggunakan tempat ibadah tersebut.

“Kita juga meminta kepada BAWASLU dan Panwas untuk mengawasi kegiatan politik praktis yang tidak sehat. Meminta KPU untuk mengawasi dan melakukan penindakan terkait kegiatan politik praktis maupun terselubung ditempat ibadah. Meminta pihak kepolisian dengan tegas dengan segala tindakan hukum, sesuai UU yang berlaku di NKRI,”ujarnya saat membacakan Deklarasi Damai di Bundaran BP Batam.

Orasi yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat di tempat vital menurut Tongku merupakan sebuah tindakan yang tidak dibenarkan, untuk itu dia berharap agar masyarakat Kepri khususnya Kota Batam untuk tidak melakukan aksi ditempat objek vital nasional karena dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan ketentraman dalam melakukan aktivitas.

“Dikhawatirkan dengan adanya kegiatan politik pratis ditempat ibadah dapat menimbulkan perpecahan umat beragama, dan kita sangat membenci dan meminta parpol untuk tidak kampanye mengatasnamakan agama, karena di Indonesia ini sendiri tidak hanya ada 1 agama, tetapi ada 6 agama,” jelas Tongku.

Deklarasi Batam Damai tampak berjalan dengan aman dan kondusif tanpa ada masalah apapun. Beberapa anggota kepolisian juga terlihat sigap mengawal kegiatan yang sedang berlangsung sampai dengan selesai.

“Terimakasih kepada korlap kita Saipudin, Habibi dan Fahru Rozi Dalimunthe yang telah memandu kawan-kawan kita ini sehingga acara Batam Damai hari ini berjalan dengan baik,” tutup Tongku. (*)

Sumber : Munawir Rangkuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top