|
Bahaya Mengintai di Toilet Umum |
|
Jumat, 20 Juni 2008 | 16:50:09 |
Batam (BCZ Anyang-anyangan, atau rasa ingin kencing lagi
usai berkemih, adalah salah satu tanda infeksi saluran kencing.
Penyakit ini banyak sekali diderita oleh wanita. Salah satu penyebabnya
adalah, menggunakan toilet umum sembarangan!
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi bakteri yang terjadi di saluran kemih. Adapun bakteri atau kuman yang paling sering mengakibatkan ISK antara lain Eschericia coli atau E. coli, Klebsiella, dan Pseudomonas. Di antara ketiganya, penyebab paling utama adalah E. coli yang ada di mana-mana, termasuk tinja kita.
Beberapa faktor resiko yang membuat seseorang bisa terkena ISK:
- Salah cebok. Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan daerah seputar saluran kencing, bisa memicu ISK. Apalagi dengan cara cebok yang salah, yaitu dari belakang ke depan. Cara cebok seperti ini sama saja menarik kotoran ke daerah vagina atau saluran kencing.
- Kebiasaan menahan kencing. Pada wanita, jika menahan kencing, uretra menjadi semakin pendek dan memungkinkan kuman masuk ke dalam saluran kencing. Sedangkan pada pria, meski dia menahan kencing, uretranya tetap panjang.
- Tidak kencing sebelum melakukan hubungan seks. Hal ini menyebabkan uretra penuh. Jika uretranya pendek, terkena gesekan saat berhubungan seks, bisa menyebabkan kuman-kuman gampang terdorong masuk ke saluran kencing dan mengakibatkan infeksi yang disebut sistitis. Hal ini banyak terjadi pada pasangan yang baru menikah, karena itu disebut honeymooners cystitis. Keluhannya seperti kencing sakit dan anyang-anyangan.
- Penyakit kelamin. Yaitu berhubungan seksual dengan orang yang punya penyakit kelamin seperti penyakit kencing nanah. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada uretra dan menghasilkan nanah. Karena itu disebut kencing nanah.
- Batu di daerah saluran kencing. Keberadaan batu di saluran kencing bisa menjadi fokus infeksi dan menyebabkan infeksi berulang. Misalnya ada infeksi berulang pada saluran kencing, kemungkinan disebabkan adanya onfeksi di batu di saluran kencing. Batu tersebut terinfeksi dan bisa menjadi sumber infeksi dan sumber kuman.
Wanita yang sedang mengandung juga sering terserang ISK. Hal ini karena terjadi perubahan hormonal dan perubahan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh menjadi menurun sehingga kuman-kuman mudah masuk dan lebih mudah mengakibatkan infeksi.
Karena itu, biasanya ibu hamil juga diminta periksa urin dan untuk dilihat apakah kemungkinan terkena ISK tanpa gejala. Infeksi ini tentu berpengaruh terhadap kehamilan dan janin. Harus dijaga betul agar jangan sampai terkena ISK. Jika terlambat, ISK bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran indung telur, kehamilan di luar kandungan, dan sebagainya. Jadi, jika ditemukan ISK sebaiknya harus cepat-cepat diobati sebelum berlanjut. (jpnn)
|