|
BATAM - Denni Delyandri, pemilik Kek Villa mempunyai cara tersendiri
mewujudkan kecintaannya terhadap Batam. Dengan mengkemas bisnis dan
membuat ingatan terhadap Batam, Denni menciptakan oleh-oleh khas Batam
yakni kek Villa. Kek Villa ini, diciptakan Denni bersama istrinya Selvi
Nurlia.
Awalnya, Denni mengaku ia memasarkan kue buatannya dengan menggunakan sistem mitra dengan teman-temannya di perusahaan kawasan Mukakuning. ”Siapa yang bisa menjualkan kek Villa, bisa dapat fee Rp3.000 per kotak. Dengan cara itu, kue kami laku. Awalnya memproduksi 30 kotak, dengan cara penjualan dari teman bisa menembus 400 kotak,” ujar Denni kepada Batam Pos, Senin (9/6) di outlet miliknya Batam Centre.
Waktu terus berjalan, pesanan kue terus membludak membuat rumahnya di Villa Mukakuning sesak dengan kue. Akhirnya Denni menyewa ruko di Villa Mukakuning sebagai outlet pertama. Di ruko itu juga, kek villa diproduksi dan puluhan jenis kue lainnya.
Sukses di sekitar kawasan Batuaji, membuat Denni merambah ke lokasi baru di kawasan Batam Centre dekat kantor pusat pemerintahan. Sejumlah instansi pemerintah bahkan swasta di Batam mulai mengenal kek buatan Denni. Bisnisnya terus berkembang, sehingga Juli mendatang, Denni juga akan membuka cabang di Nagoya.
Dalam melakukan pemasaran produk, Denni menjalin kerjasama dengan pihak travel dan supir taksi. Disebutkan Denni, turis domestik ke Batam biasanya mencari oleh-oleh ke outletnya, yang akan dibawa dari Batam untuk keluarga ataupun teman. Satu kotak kek villa dijualnya Rp125 ribu. Guna melekatkan imej Batam kepada wisatawan, konsumen yang membeli kek Villa mendapatkan satu lembar kaos oblong bertuliskan Batam.
”Saya cukup untung, karena selama ini Batam belum memiliki nama oleh-oleh khas Batam. Sehingga, nama tersebut saya gunakan. Hasilnya cukup bagus,” ujar Denni memberikan alasan menggunakan nama oleh-oleh khas Batam.
Oleh-oleh khas Batam ala Denni sudah terkenal. Salah satu stasion TV swasta Jakarta pun harus datang ke Batam, untuk membuat liputan tentang oleh-oleh khas Batam tersebut. Denni pun menunjukkan foto bahwa dia pernah diwawancara TV swata itu.
”Saya modal nekad saja saat awal berusaha dan berhenti jadi karyawan. Dan alhamdulillah, masyarakat Batam percaya dengan kek buatan kita. Saya juga awalnya tak percaya dengan modal Rp2 juta bisa beromzet Rp180 juta per bulan. Yang penting kita terus berusaha dan berdoa,” imbuhnya.(rob)
|