
Piala Adipura 2008 diberikan dalam beberapa kategori. Untuk kategori kota Metropolitan diberikan pada Palembang, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Surabaya, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Untuk kategori kota besar diberikan kepada 3 kota yaitu Pekanbaru, Padang dan Batam. Untuk kategori Kota Sedang piala Adipura diberikan kepada 28 kota dan untuk kategori kota kecil terdapat 57 kota.
Pemberian Piala Adipura 2008 ini diserahkan langsung oleh Presiden kepada kepada pemerintahan daerah yang berhasil memenangkan piala ini.
Untuk Kota Batam, Walikota Batam Ahmad Dahlan langsung menerima piala Adipura ini dari Presiden SBY. Bagi Kota Batam, keberhasilan meraih piala Adipura kali ini merupakan prestasi kedua yang berhasil diraih. Batam meraih Adipura untuk pertama kalinya pada tahun 2007.
Selain penghargaan Adipura, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup 2008 juga diberikan penghargaan Kalpataru kepada sembilan orang dari berbagai provinsi dan tiga lembaga swadaya masyarakat.
Kalpataru dibagi ke dalam empat kategori, masing-masing perintis lingkungan, pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan, dan pembina lingkungan.
Untuk kategori perintis lingkungan, diserahkan kepada Cukup Rudiyanto dari Indramayu, Jawa Barat, Sriyatun dari Surabaya, Jawa Timur, Abu Wenna dari Wajo, Sulawesi Selatan, Theresia Mia Tobi dari Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Abbas H Usman dari Indragiri Hilir, Riau.
Kategori pengabdi lingkungan diberikan kepada Jadjit Bustami dari Bondowoso, Jawa Timur, Lalu Selamat dari Dompu, Nusa Tenggara Timur, dan Muthalib Ahmad dari Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam.
Kategori penyelamat lingkungan diberikan kepada masyarakat dari Desa Pekraman Buahan, Bangli Provinsi Bali, kelompok tani Argo Mulyo dari Madiun, Jawa Timur, dan LSM Bahtera Melayu dari Bengkalis, Provinsi Riau.
Sedangkan kategori pembina lingkungan diberikan kepada Angerius Takalapeta dari Alor, Nusa Tenggara Timur. (jhs)