|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Dalam mengatasi pelaku pelanggaran lalu lintas, Polantas tidak akan langsung memberikan surat tilang, melainkan surat peringatan terlebih dulu.
Today's Must-Reads
Mengejar Adipura dengan Gaji Kecil
Rabu, 4 Juni 2008 | 10:13:10
Pagi baru merekah, Magdalena (43) sudah meninggalkan rumahnya di ruli belakang Komplek Pengairan Otorita Batam, Seiharapan. Berbekal sapu bergagang panjang di bahu dan plastik di tangan, ia berangkat ke simpang Seiharapan untuk menyapu jalan.

Itulah aktivitas sehari-hari Magdalena, janda beranak dua yang sejak lima tahun terakhir menjadi petugas kebersihan di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Batam. Seperti Selasa (3/6) kemarin, ia menyapu daun-daun yang gugur di sepanjang jalan dari simpang Seiharapan hingga ke persimpangan menuju Kartini I.


Peluh menetes di wajah Magdalena. Sejak pukul enam pagi, ia sudah bekerja menyapu kotoran-kotoran di sepanjang jalan yang menjadi tanggung jawabnya. Pekerjaan Magdalena baru berakhir pukul 12 siang.


Namun, wanita kelahiran Lembata Flores itu tak mengeluh. Ia mengaku sudah terbiasa. Rasa lelah menyapu jalan, sudah ia anggap seperti rasa lelah saat berolah raga atau menari. ”Awal-awalnya sih capek. Sekarang sudah seperti main-main saja,” katanya.
Magdalena menjadi penyapu jalan sejak tahun 2003. Saat itu, ia digaji harian Rp23 ribu per hari. Sekarang, ia sudah mendapatkan gaji bulanan. Besarnya, Rp960 ribu atau sesuai dengan UMK Batam.


Namun, gaji tak lagi jadi tujuan utama ia menjalani pekerjaan sebagai penyapu jalan. Ia kini juga punya motivasi lain, yakni bagaimana Batam menjadi kota yang bersih. ”Kita kan warga Batam. Tak mungkin kita biarkan Batam kotor,” tukasnya.


Karena itulah, gaji UMK tak menjadi masalah buat Magdalena. Untuk menambah pendapatan, Magdalena bekerja ganda. Usai pulang menyapu jalan, ia mengumpulkan kaleng-kaleng bekas untuk dijual kembali kepada pengumpul.


Bahkan, di hari libur pun ia tetap bekerja. ”Saya tak mau istirahat. Kalau tak kerja nyapu, saya kumpulkan kaleng. Saya kerja kan buat anak sekolah,” tukasnya.


Ada 200 petugas seperti Magdalena yang dipekerjakan DKP. Mereka digaji sesuai UMK Batam. Dari tahun ke tahun, gaji mereka naik sesuai dengan pergerakan UMK. Ada saat-saat mereka mendapatkan bonus, seperti saat Batam meraih Adipura tahun lalu. Magdalena dan kawan-kawannya mendapatkan bunus Rp500 ribu dari Pemko Batam.


”Kalau mau puasa, kami juga dapat beras dan sembako. Lebaran, kami  dapat THR,” tukasnya.
Nurhayati (28) juga menjalani pekerjaan sebagai penyapu jalan. Wanita beranak satu itu mendapatkan tugas menyapu jalan dari simpang Pelabuhan Sekupang hingga ke pintu gerbang perumahan Wali Kota Batam di Tanjungpinggir, Sekupang.


Pernah, katanya, saat menyapu di jalan turunan dari RS Otorita Batam, ia dihampiri sebuah penumpang sedan BM 1954 XL. Setelah membuka kaca mobil, sang penumpang yang ternyata berkumis tebal itu memanggilnya.
”Kenal sama saya gak?” Pria di dalam mobil menyapa Nurhayati, begitu ia mendekat.


”Kenal Pak. Ini kan Bapak Wali Kota,” sambut Nurhayati. ”Kalau yang ini kenal gak,” kata orang yang dipanggil Wali Kota itu, sambil menunjuk kepada seorang wanita di sampingnya. ”Yang ini, pasti Ibu Wali,” kata Nurhayati.


Peristiwa itu dikenang Nurhayati. Baru satu kali itulah, ia disapa seorang pejabat. ”Saya salaman sama Pak Wali. Ibu Wali ngasih saya uang Rp50 ribu. Saya berterima kasih sekali,” tukasnya.


Sudah setahun lebih, Nurhayati menjadi penyapu jalan. Setiap pagi, ia diantar suaminya dari rumahnya di kawasan ruli belakang Tiban BTN. ”Pulangnya saya naik taksi,” ujarnya.


Penyapu jalan lain yang harus naik taksi atau bus ke tempat mereka menyapu adalah Hotmaria Nababan (34). Hotmaria tinggal di kavling PJB Batuaji, sedangkan ia menyapu di jalan RE Martadinata, Sekupang.


Setiap pagi, katanya, ia berangkat sendiri. ”Saya tak mungkin minta antar suami. Suami kerja pukul delapan, sedangkan saya harus sudah berangkat pukul setengah enam pagi,” tukasnya.


Meski ketiga wanita tadi, berangkat dengan cara berbeda ke tempat kerjanya, mereka punya satu persamaan. ”Kami bangun pukul setengah empat pagi. Setelah masak dan bersih-bersih di rumah, baru kami berangkat,” kata ketiganya.(med)


 
MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Adelaide (BCZ) Tiga orang wanita muda mengadakan aksi demonstrasi dengan tidak mengenakan sehelai benangpun di luar restoran KFC di Adelaide, Australia.
    Nairobi (BCZ) Bajak Laut Somalia berusaha melakukan upaya pembajakan kembali, namun kali ini kapal yang mereka incar merupakan sebuah kapal pesiar.
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us