|
Militer Myanmar Masih Tolak Bantuan |
|
Kamis, 29 Mei 2008 | 15:31:53 |
Luxembourg (BCZ) ASEAN, PBB dan Myanmar telah melakukan
pertemuan di Yangoon untuk membentuk sebuah badan Third Partite
Corgroup (TCG), 25 Mei lalu.
“TCG ini akan menjadi distributor atau eksekutor untuk menyalurkan bantuan bencana di Myanmar,” terang Kristiarto S. Legowo, Direktur Timur Asia dan Pasifik Departemen Luar Negeri Indonesia, di sela-sela konferensi pers Menlu Hassan Wirajuda dan Menlu Luxembourg, Jean Asselbom, Kamis (29/5).
Badan ini terbentuk sebagai solusi agar negara-negara asing terutama pihak Barat mempunyai sarana untuk menyalurkan bantuan ke Myanmar. Pasalnya negara yang dikuasai junta militer itu mempersulit masuknya bantuan asing. Padahal, puluhan ribu warganya sekarat.
TCG akan memilih dua perwakilan untuk membawahi tim bantuan dari setiap grup. Dari ASEAN dua orang, PBB dua orang dan dari Myanmar juga dua orang. Masing-masing delegasi ini akan membawahi tim-tim bantuan yang berdatangan dari seluruh dunia.
Nama-nama dari setiap delegasi sampai saat ini belum diketahui. Diduga kuat calon dari ASEAN akan diwakilkan dari Bangkok dan Indonesia. Tetapi konfirmasi resminya akan diberikan oleh Legowo Jumat depan (30/5).
Padahal sebelumnya rezim militer Myanmar menyatakan akan menerima bantuan dari siapapun termasuk negeri Barat. Tetapi hingga kini bantuan sukarelawaan untuk kemanusiaan dari pihak manapun masih ditolak.
Hanya bantuan makanan dan medis yang dikirimkan lewat laut yang diterima. Belum ada seorang asing pun yang diizinkan untuk membantu mengatasi bencana alam yang menewaskan puluhan ribu orang tersebut. (rm/yat)
|