|
BATAM - Abu Abdillah Fahmi (28), Hendra Kesuma (24) dan M Chogun (22)
adalah ”Trio Macan” bersudara yang akan berlaga memperebutkan medali
cabang beladiri karate beregu pada kejuaraan Pekan Olahraga Nasional
(PON) XVII di Kalimantan Timur, 6-17 Juli 2008.
Kepada Batam Pos, Kamis (15/5) mereka menuturkan kesiapannya menghadapi PON. Namun, sebelumnya, mereka menceritakan riwayat perjalanannya sampai menekuni olahraga karate.
Sesungguhnya, ketiganya memang lahir dari keluarga karateka. Tidak hanya ayah yang seorang pelatih nasional Sumatra Utara, tiga saudara kandung lainnya juga atlet karateka. Fahmi lahir di Medan 4 Juli 1980 menuturkan, sejak SMP sudah mulai latihan karate. ”Kita latihan sama-sama,” ujar Fahmi yang dibenarkan dua saudara kandungnya, Hendra dan Chogun.
Latihan yang dijalani memang tidak sia-sia. Berbagai prestasipun berhasil mereka ukir bertiga. Fahmi misalnya. Pria yang baru melepas masa lajang tiga bulan lalu telah mengikuti berbagai kejuaraan dan berhasil meraih sejumlah medali.
Berawal dari kejurnas Junior Mendagri (Rudini) Cup di Bekasi tahun 1996, ia berhasil meraih perunggu. Medali perak diperolehnya di Semen Padang CUP I dan II tahun 2001 dan 2002 melalui kelas beregu putra. Kemudian pada kejuaraan piala Kasad di Bandung 2002, ia juga berhasil meraih perunggu. Medali perunggu kembali diperolehnya melalui Mahesa Cup di Surbaya 2003.
Pada PON XV Palembang 2004, lagi-lagi ia menyabet perunggu. Selain itu, ia juga pernah menjadi peserta try out dengan Timnas Malaysia dan Qatar di Kuala Lumpur 2006.
Prestasi yang sama juga diikuti oleh kedua adiknya, Hendra dan Chogun. Bahkan, prestasinya tidak kalah hebatnya dari sang kakak, Fahmi. ”Ya, prestasi saya sebenarnya sama dengan semua prestasi yang telah disebut Fahmi tadi,” ujar Hendra, pria kelahiran Medan 23 Oktober 1983.
Sementra Chogun, pernah meraih medali perak pada kejurnas Mendagri Cup di Jambi 2003 dan Bandung 2005. Ditanya masalah perolehan target pada PON XVII mendatang, ”Trio Macan” yang saat itu ditemani oleh dua pelatihnya, Jejeng Lee dan Arjuan menyebutkan tidak muluk-muluk. Perunggu saja sepertinya sudah cukup,” ungkap mereka diamini keduanya pelatih tadi. (cr3)
|