Pengiriman BB Dihadang Aparat
JAMBI - Empat truk tronton
bermuatan sekitar 100 ton gula pasir ilegal dari Dumai, Riau menuju
Jambi, Kamis (15/5) dinihari sekira pukul 02.00 WIB ditangkap jajaran
Reskrim Polres Tanjabar di Tungkal Ulu.
Kini truk tronton tersebut ditahan di Mapolda Jambi jalan Jenderal Sudirman, Thehok Jambi. Truk tersebut masing-masing dengan nopol B 9694 UR, BL 8936 AA, B 9503 KJ dan 9507 IK. Sementara sopir truk melarikan diri. Masing-masing truk membawa 350 sak ukuran 50 kg dengan merek White Cane Sugar.
Informasinya, penangkapan truk tersebut berawal saat jajaran Reskrim Tanjabar mencurigai empat truk tronton melaju dari arah Pekanbaru menuju Jambi. Tiba di Kota Kualatungkal kemudian petugas menghentikan truk dan memeriksaan kelengkapan dukumennya. Setelah diperiksa ternyata empat truk tersebut membawa gula impor tanpa dilengkapi dokumen yang sah.
Karena kasus ini termasuk klasifikasi kasus besar, maka barang bukti (BB) dibawa ke Polda Jambi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Bahkan Kapolres Tanjungjabung Barat, AKBP Dul Alim memimpin langsung pengamanan BB itu beserta puluhan anggota reskrim bersenjata lengkap. Namun, saat tiba di jalan Lingkar Selatan I, tepatnya di depan gudang PT Coca Cola Botling Cabang Jambi, rombongan truk yang dikawal polisi itu dicegat sejumlah oknum aparat.
Informasinya sempat terjadi bentrok antara jajaran Reskrim Polres Tanjabar yang mengawal dengan oknum aparat tersebut. Bahkan, truk dan barang bukti hasil tangkapan itu sempat dikuasai oleh oknum aparat dan dilarikan ke gudang Sri Murti di jalan Prof Dr M Yamin, Paal V, tepatnya di depan Perumahan Villa Nusa Permatasari, Kotabaru Jambi.
Warga sekitar mengaku tak mendengar adanya suara tembakan antara anggota polisi dengan anggota TNI. Roby Iskandar (32), warga Perumahan Villa Nusa Permatasari mengatakan, sebelum empat truk tersebut tiba di gudang, sedikitnya ada lima orang, satu berbaju sapari dan lainnya berpakaian preman, sudah berada di gudang tersebut lengkap dengan senjata.
Saat itu, Roby sedang mengendarai mobil Kijang dari gerbang menuju perumahan. Naas bagi Roby, ketika tiba di lokasi gudang, tiba-tiba seorang pelaku yang mengenakan baju safari menghampirinya dan langsung membuka paksa pintu mobil serta melayangkan pukulan.
”Mereka langsung memukul saya. Setelah itu mereka pergi, sambil merampas handphone saya,” kata Roby. Tak terima dengan perbuatan tersebut, Roby langsung melaporkan pengeroyokan tersebut ke Polsek Kota Baru.
AKBP Petrik, dari jajaran Reskrim Polda Jambi dikonfirmasi terkait dengan penangkapan gula tersebut membenarkan, gula tersebut merupakan hasil tangkapan Polres Tanjabar. ”Karena kasus ini klasifikasinya besar, untuk proses penyelidikan di Polda,” katanya.
Petrik enggan menjawab saat ditanya kemungkian keterlibatan anggota TNI dalam penghadangan pengiriman BB gula hasil tangkapan tersebut. Lalu bagaimana dengan anggota TNI yang hadir di gudang? Menurut Petrik mereka adalah bagian dari unsur keamanan.
Sementara itu, Dandim 0412 Garuda Putih, Letnan Kolonel, S Sitorus mengatakan, pihaknya belum tahu adanya keterlibatan anggota TNI. Tak hanya Dandim, beberapa anggota TNI kemarin juga tampak di lokasi gudang, termasuk Kasi Intel Korem Dwi Suratmojo. (jpnn)
|