|
Jakarta - Sirna sudah harapan Indonesia untuk memboyong kembali Piala
Thomas ke pangkuan ibu pertiwi. Skenario menembus final Piala Thomas
berantakan setelah Sony Dwi Kuncoro dkk dipecundangi Korea Selatan
(Korsel) dengan skor telak 0-3 pada babak semifinal di Istana Olahraga
(Istora) Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, tadi malam.
Korsel pun meluncur ke final menantang juara bertahan Tiongkok di babak final yang berlangsung besok. Kegagalan itu memperpanjang paceklik gelar Indonesia yang kali terakhir juara Piala Thomas pada 2002 di Guangzhou, Tiongkok. Hasil negatif itu mengulang tragedi 2004 ketika pasukan Merah Putih
dipermalukan Denmark 2-3 pada semifinal yang juga berlangsung di Istora.
Namun, Indonesia masih bisa menggelar pesta besar jika Maria Kristin Yulianti dkk mampu meruntuhkan keperkasaan juara bertahan Tiongkok dalam final Piala Uber hari ini di Istora. Srikandi Merah Putih butuh keajaiban untuk mengakhiri hegemoni tim wanita Tiongkok di pentas Piala Uber.
Taufik Minta Maaf
Pebulutangkis tunggal putra Taufik Hidayat meminta maaf kepada masyarakat Indonesia yang telah memberi dukungan serta masyarakat Indonesia atas kekalahan tim Piala Thomas pada semifinal. ”Saya minta maaf kepada masyarakat Indonesia, para penonton. terima kasih pada dukungan mereka, saya bangga baru kali ini melihat suporter Indonesia seperti itu,” ujar Taufik kepada wartawan setelah Indonesia mengalami kekalahan 0-3 dari Korea Selatan, yang membuat Indonesia gagal ke final Piala Thomas, Jumat.
Taufik yang berbicara tanpa didampingi pelatih maupun manajer tim Indonesia, mengatakan bahwa mereka sudah berusaha semaksimal mungkin. ”Namun mungkin karena tidak ada keberuntungan maka tidak berhasil,” ujar juara Olimpiade yang kalah dari tunggal kedua Korsel Lee Hyun Il 13-21, 14-21.
Mengenai kekalahan tersebut, Taufik yang mengaku siap menerima cercaan meminta agar tidak saling menyalahkan karena mereka semua sudah berusaha semaksimal mungkin. “Jangan saling menyalahkan, ini tim terbaik dan kekalahan ini kami terima,” kata pebulutangkis kelahiran 10 Agustus 1981 itu.
Saat ditanya apakah ia akan kembali memperkuat tim Piala Thomas dua tahun mendatang, Taufik mengatakan sudah waktunya ia mundur dan memberi kesempatan pada pemain lain.
”Saya bukan tidak mau, saya ingin ada yang menggantikan saya, saya sudah lelah dan tidak pantas untuk ikut lagi, tetapi harus ada yang menggantikan secara prestasi,” tegasnya.
Final Pertama
Sementara itu, manajer tim Korea, Kim Jong Soo mengatakan bahwa Korea mempunyai catatan yang bagus dalam Olimpiade maupun Asian Games, tetapi ini pertamakali ke final maka kita lihat saja apa yang terjadi di final. Ditanya mengenai pertemuan dengan juara bertahan China di final, Kim mengatakan sejak awal ia sudah memperkirakan akan bertemu Denmark di perempatfinal dan Indonesia di semifinal, lalu China atau Malaysia di final. ”Sekarang kami sudah melakukannya dengan baik. China adalah tim nomor satu sehingga akan sulit tetapi akan menjadi tantangan yang bagus,” katanya.
Menurut Kim, pertandingan pertama di final akan sangat menentukan. “Jika Park Sung Hwan menang, maka Korea akan menang,” tegas Kim. (jpnn)
|