|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
KEPRI COMMUNITY
  • by

    Candra Ibrahim
KOLOM KAMISAN
  • by

    Hasan Aspahani
Local Batam
Google
SIDAK
Pulau Komodo masuk dalam daftar calon tujuh keajaiban dunia
Today's Must-Reads
  • Editorials

    Tarif Pajak Turun

    Pemerintah menurunkan tarif pajak perorangan sejak 1 Januari 2009
  • TNI AL Tambah KRI

    Dua Kapal Perang Buatan buatan lokal menambah armada TNI AL untuk mengamankan perairan Kepri
Robotnya Dijuluki Transformer
Jumat, 16 Mei 2008 | 09:20:11

Tim Robot Politeknik Batam Menuju KRI 2008

Batam (BCZ) NAMA Transformer sendiri diambil dari film produksi Hollywood yang menceritakan soal kehebatan robot. 

Ini yang mengilhami anggota tim Robot Politeknik Batam, Viky Husein, Riski Fitrayadi, Tanu Dwitama, Andi, dan Yayan Fitrian untuk membuat Transformer versi mereka yang  terdiri dari satu robot manual dan tiga robot otomatis.

”Maknanya, pada robot itu ada perubahan teknologi dari robot yang tahun lalu,” ujar Pembimbing tim Robot Politeknik Batam Hendawan Soebakti (28) di laboratorium Robot Politeknik Batam.

Ketika Batam Pos datang ke laboratorium itu, kemarin, robot manual teronggok di pinggir lapangan yang merupakan arena bermainan robot itu. Di depan robot manual, ada satu salah satu robot otomatis yang diberi nama Bumblebee. Sementara anggota tim Robot Politeknik sedang istirahat.

”Pindahkan ini ke sana,” kata Hendawan sembari menunjuk Bumblebee dan memerintah salah satu anggota tim robot untuk memindahkannya ke pojok lapangan yang berwarna hijau itu.

Menurut Hendawan, robot yang telah menelan biaya Rp15 juta  itu mulai dikerjakan lima anggota robot Politeknik Batam sejak Januari lalu.  Robot itu memang dipersiapkan untuk KRI 2008 Regional di Pekanbaru dan KRI Nasional di Jakarta. Mereka mempersiapkannya secara matang. Namun tidak mudah mewujudkan robot itu karena beberapa alat yang dibutuhkan tidak ada di Batam.

”Kita sempat kesulitan bahan. Dicari di Batam tidak ada,” ungkap dosen Teknik Elektro Politeknik Batam ini.
Bahan-bahan yang sulit ditemukan diantaranya adalah baterai kering 12 volt yang berukuran kecil dan konversi geer yang harus didatangkan dari Surabaya. Bahkan beberapa alatnya, terpaksa menggunakan alat bekas dari mesin fotokopi, seperti pulley dan belt, serta motor DC. Mereka berburu alat itu ke tempat penjualan mesin fotokopi bekas.

Untuk mengerjakan robot-robot itu Viky dan kawan-kawan mulai setelah kuliah pukul 17.00 WIB. Mereka bekerja hingga larut malam. Karena semangat yang besar dan target harus selesai, mereka sering menginap di laboratorium untuk menyelesaikan robot itu.

”Mereka sering sampai terkantuk-kantuk. Kalau saya, biasa membimbing mereka jam sebelas malam (pukul 23.00 WIB),” kata alumni ITN Malang ini.

Selama mengerjakan robot, selain kesulitan bahan, beberapa kali tim robot Politeknik Batam menghadapi tantangan. Setelah dikerjakan, ternyata saat dites, robotnya tidak bisa jalan.  Sampai-sampai robot manualnya harus diganti dua kali. ”Sering trouble shooting,” ungkap Riski.

Padahal, robot itu sudah menggunakan teknologi yang lebih canggih dari pendahulunya. Robot Transformer ini menggunakan mikrokontrol Alf and Vegards Risc (AVR) yang sedang tren digunakan saat ini. Kecanggihan lainnya, menggunakan sensor yang bisa di-setting. Sementara untuk mengendalikan motor, robot Transformer menggunakan pulls wide modulation.
”Sistem ini mengendalikan kecepatan motor,” jelas Hendawan lagi.

Sesuai tema yakni Robot Panjat Pinang, robot yang dibuat para mahasiswa Politeknik Batam ini mampu memanjat. Dalam bekerja, robot otomatik saling bekerja sama dengan robot manual untuk meraih kubus atau obyek.

”Jadi robot manual itu menggendong dan mengangkat robot otomatik. Seperti panjat pinang, saling mengangkat lalu yang paling atas mengambil obyek di tiang,” terang pria yang sejak 2004 menjadi dosen di Politeknik Batam ini.

Di banding robot tahun lalu yang diberi nama Gazero, robot Transformer lebih canggih. Tema tahun lalu adalah Pencarian Pulau Komodo. Sehingga, robot harus mencari obyek dan meletakkannya. Lapangannya, berbentuk sarang laba-laba.

Sementara tahun ini, arena berbentuk bujur sangkar dan kotak-kotak. Lapangan itu dibuat sendiri dan menelan biaya Rp15 juta. Robot Transformer bekerja sama mengambil obyek yang sudah ada. ”Yang sekarang ini lebih canggih. Ada banyak teknologi yang dikembangkan dari tahun lalu,” katanya.

Misalnya, kestabilan lebih bagus, lebih aerodinamis, dan ada selektor strategi. Namun untuk menghadapi KRI tingkat nasional, tim robot Politeknik Batam terus mengembangkan Transformer agar lebih baik. Kecepatan ditingkatkan dua kali lipat dan beban empat kali lebih ringan.

”Untuk strategi, kami kombinasikan teknologi yang lebih bagus yang kami pelajari dari peserta lain,” ungkap Viky.

Tim Robot Politeknik Batam berharap kerja keras mereka bisa terbayar nanti. Langkah awal, kerja mereka sudah terbayar dengan meraih peringkat kedua pada KRI 2008 Regional I Sumatera. Mereka hanya dikalahkan tim Politeknik Manufaktur Timah Bangka. Namun mereka menargetkan bisa masuk tiga besar di Jakarta nanti. Semoga. (uma)


Berita terkait:

 
NUSANTARA [ more ]

OLAHRAGA [ more ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Shah Alam (BCZ) Seorang pria yang mengaku dirinya sebagai seorang bangsawan Aceh dijatuhi hukuman gantung hingga mati. Berita terkait: Tim Robot Politeknik Batam Jua
    Balik Pulau (BCZ) Kepolisian Malaysia membebaskan delapan orang tebusan, dimana lima orang diantaranya merupakan Warga Negara Indonesia. Berita terkait: Tim Robot Politeknik Batam Jua
Real Estate
  • Batam (BCZ)  Sebuah bola dunia atau globe bergaris tengah 11 meter yang diyakini terbesar di dunia, menjadi salah satu unggulan destinasi wisata baru di Kota Batam, Mega Wisata Ocarina. Berita terkait: Tim Robot Politeknik Batam Jua
    Batam (BCZ) Selain memiliki beberapa wahana wisata yang serba modern, kawasan Mega Wisata Ocarina ternyata juga menyimpan beragam keunikan. Salah satunya adalah kolam ‘Seribu Bangau’ yang berada di tengah-tengah Kampung Seni Ocarina. Berita terkait: Tim Robot Politeknik Batam Jua


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us