|
MAKASAR - Polisi dan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali
terlibat bentrokan saat unjukrasa di depan kampus UNM, Jalan AP
Pettarani, Kamis siang untuk menolak rencana pemerintah menaikkan harga
BBM.
Belasan mahasiswa luka-luka terkena lemparan batu petugas
kepolisian, termasuk dua warga yang sedang melintas di depan kampus
tersebut luka-luka terkena lemparan batu.
Ratusan anggota Polresta Makassar Timur, Polwiltabes Makassar dan
Brimob Polda Sulsel merangsek ke dalam kampus untuk mengejar mahasiswa
yang bertindak anarkis, meringkus lima mahasiswa, seorang diantaranya
mahasiswi dan menggelandang mereka dengan mobil Dalmas ke Mapolresta
Makassar Timur untuk diperiksa.
Aksi baku lempar justru terjadi beberapa saat setelah Kapolwiltabes
Makassar, Kombes Pol Genot Haryanto tiba di lokasi demo untuk
mengendalikan situasi agar tidak berubah menjadi kerusuhan.
Saat Kapolwiltabes mendekati kerumunan massa, salah seorang mahasiswa
tiba-tiba melempari petugas dengan batu dari dalam kampus, sehingga
memancing emosi petugas yang kemudian membalas lemparan itu sambil
menerobos masuk kampus dari arah depan dan samping, lalu meringkus
sejumlah mahasiswa.
Beberapa mahasiswa mengalami luka memar akibat hantaman pentungan petugas.
Bentrok itu terjadi saat petugas hendak membubarkan aksi mahasiswa yang
membakar ban di tengah jalan sehingga memacetkan arus lalulintas di Jl.
Pettarani yang merupakan jalan protokol tersebut. Mereka juga melepas
pintu pagar besi kampus dan memasangnya di tengah jalan sehingga
kendaraan tidak bisa melintas.
Polisi kemudian berupaya memadamkan api dan membongkar barikade
tersebut, lalu mendesak mahasiswa agar melakukan aksi di dalam kampus
supaya tidak mengganggu arus lalulintas.
Tindakan polisi ini mendapat perlawanan mahasiswa sehingga terjadi
bentrokan. Satu peleton anggota Brimob Polda Sulsel yang membawa dua
kendaraan water cannon dikerahkan ke lokasi.
Hingga berita ini disiarkan, situasi di depan kampus UNM sudah mulai
tenang dan arus lalulintas kembali lancar, namun ratusan aparat
kepolisian masih tetap berjaga-jaga karena mahasiswa masih
terkosentrasi di dalam kampus mereka.
Aksi demo menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM juga digelar
di gedung DPRD Sulsel yang melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai
perguruan tinggi di ibukota Sulsel ini. (jpnn)
|