|
Ponsel Nggak Bakalan Nyetrum
Batam (BCZ) Fenomena telepon setan yang menjatuhkan banyak korban mendapat penilaian tersendiri dari ahli teknolohi di Batam.
Amri, jebolan DIII Elektro sebuah perguruan tinggi di Sumatra menjelaskan, frekwensi radio tak sama dengan ponsel. Ponsel pakai satelit,
“Kalau radio dipancarkan melalui antena. Kalau ada yang terima SMS atau telepon setan lalu meninggal itu kebetulan saja. Nggak nyambung dari kacamata elektro, kebetulan saja.”
Sementara Darson, sarjana Fisika menyampaikan literatur menyangkut infra merah.
‘’Kemungkinan sampai ada kejang-kejang karena kuatnya gelombang frekuensi atau getaran,’’ kata Darson alumni Universitas Sumatera Utara (USU) Fakultas MIPA Medan, Jumat (9/5) kemarin.
Gelombang frekuensi atau getaran yang sampai ke satelit, kata dia, dilanjutkan ke operator dan kemudian pemakai ponsel. Gelombang frekuensi itulah yang berubah menjadi suara dengan adanya speaker.
‘’Kalau sudah melalui operator, frekuensi sudah tidak berbahaya,’’ jelasnya.
Frekwensi yang kuat menyebabkan ponsel bergetar kuat bahkan berputar-putar sewaktu menerima panggilan. Ini yang mungkin dianggap sebagai kesetrum, apalagi bagi yang jantungan. Yang dirasakan bukan setrum, tetapi perasaan pengguna telepon saja karena kuatnya getaran.
Darson sudah pernah mencoba. Saat itu ia memiliki dua ponsel, satu diantaranya memakai antena. Kemudian antena dipegang dan ditelepon, ia merasa besarnya getaran bahkan ia merasa tangannya seperti kesetrum padahal karena getaran yang sangat kuat.
‘’Biasa dibuktikan, kalau masih ada ponsel yang ada antenanya,’’ pungkasnya.
Mengapa ponsel tak menimbulkan setrum, arus listrik yang yang dimiliki baterai masuk kategori arus lemah atau bolak balik, biasa disebut direct current (DC).
Sementara yang bisa membuat manusia kesetrum adalah arus kuat alternating current (AC) itu di atas 220 volt. Soal infra red penyebab kejang, Darson membantah Adi Mok. Menurut pandangan Darson, karena begitu besarnya getaran sehingga mengakibatkan layar ponsel berubah merah artinya itu sebagai pertanda kapasitas getaran sudah sangat besar.
‘’Coba kita lihat di mana-mana sebagai peringatan kan warga merah. Makanya menurut saya itu bukan infra red tetapi adalah warning, mirip kalau mobil mau kehabisan bensin atau air akan muncul warna merah,’’ ungkapnya.
Infra red sendiri memiliki jangkauan frekuensi 10.11 HZ sampai 1014 HZ dan daerah panjang gelombang 10-4 MZ sampai 10-1 MZ. ‘’Contoh infra red tidak berbahaya, ketika kita gunakan bluetoth kan tidak berbahaya, padahal bluetoth kan infra merah juga,’’ kata Darson. (RPG)
|