Siswi SMA Di Aceh Kejang-kejang
Bireuen (BCZ) Isu penyebaran virus hantu via telepon seluler yang
hangat dibicarakan dalam sepekan terakhir kian meresahkan masyarakat.
Pada Jumat (9/5) kemarin giliran Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) geger karena seorang warga Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah menjadi korban.
Di Aceh, tubuh warga yang menjadi korban mengalami kejang-kejang setelah mendapat telepon dengan layar merah. Informasi yang dihimpun Metro Aceh (Grup Sumut Pos) menyebutkan, korban pertama yang mengalami peristiwa buruk itu yakni, Ferawati Binti Ibrahim (18) warga Desa Jangka Keutapang, Kecamatan Jangka. Siswi SMA I Peusangan ini kritis setelah menerima panggilan dari nomor 0866.
Informasi yang berhasil dihimpun, kronologis kejadian itu bermula saat Fera sedang berkumpul bersama sejumlah teman-temannya usai salat Maghrib, Kamis (8/5) malam. Tiba-tiba terdengar panggilan masuk dari ponsel Nokia 6600 milik ABG ini. Semula dia tidak curiga dan langsung menjawab hubungan telepon dari nomor 0866 itu yang menimbulkan layar merah pada monitor LCDn
Menurut keterangan Ibrahim (23) yang merupakan keluarga dekat korban sebelum sempat menjawab komunikasi itu, Fera sempat istighfar karena kaget akibat telah menjawab telepon ini. Lantas telinga dan lehernya langsung diserang rasa sakit dan wajah gadis belia itu lembam kemerah-merahan.
“Dia mendengar suara panggilan telepon, saat diangkat tak ada jawaban, tiba-tiba dia berkata, Astaghfirullah sudah saya angkat telpon itu. Lalu dia kesakitan di telinga dan wajahnya seketika memerah,”jelas Ibrahim yang didampingi paman korban Yuswar Yusuf (34) saat ditemui di ruang UGD RSU dr Fauziah, Kamis malam.
Ibrahim menandaskan, setelah mengalami peristiwa itu dan beristirahat sejenak karena sempat terjatuh. Fera pamit pulang dengan mengayuh sepeda ke rumahnya yang berjarak 200 meter dari tempat kejadian. Putri ke lima dari delapan bersaudara pasangan Ibrahim (45) dan Juwayriah (40) ini, tiba di rumah langsung pingsan. Pihak keluarganya langsung melarikan korban ke Puskesmas Jangka guna mendapat perawatan lalu di rujuk ke RSU dr Fauziah Bireuen.
Pantauan koran ini di ruang UGD, kendati tidak sadarkan diri namun Fera terlihat terus mengusap telinga kanannya dan pipi saat dirawat tim medis. Karena sakit yang dialaminya semakin parah serta diiringi sesak nafas akibat insiden itu, maka korban HP layar merah ini dirujuk ke Banda Aceh guna dirawat lebih intensif. Keterangan dr M Adi yang menangani pasien tersebut mengatakan, dirinya telah berkonsultasi dengan dokter ahli paru dan hasilnya harus dirujuk lagi ke RSU Zainoel Abidin. “Saya sudah berkonsultasi dengan dr Umaya dan pasien ini harus segera di rujuk,”sebutnya.
Hingga kemarin, pihak keluarga Fera yang dihubungi via telepon seluler mengaku, kondisi korban itu sudah mulai membaik setelah ditangani tim medis di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh. Kemarin pukul 00.15 wib Fera dibawa oleh keluarganya ke Banda Aceh.
Informasi yang diperoleh kemarin, pasca kejadian itu, ribuan warga yang memiliki HP langsung memadamkan ponsel mereka karena ketakutan menjadi korban berikutnya. “Kami takut setelah mendengar kabar sudah ada korban HP layar merah itu, jadi saya terpaksa menonaktifkan ponsel, hanya sesekali saja dinyalakan,” ungkap Ismail (34) warga Desa Geudong-geudong, Kecamatan Kota Juang.
Telepon ‘setan’ juga menimpa Halwani (21) warga Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala pada Jumat (9/5)sekira pukul 15.00 WIB. Kini dia hanya bisa terbaring lemas setelah sebelumnya sempat kejang-kejang melihat contact service berwarna merah dari HP Nokia type 6100 miliknya.
Awalnya, Halwani yang baru saja bangun tidur siang bermaksud mau membalas SMS dari pacarnya. Namun tiba-tiba dia menerima panggilan yang berwarna merah. Dia kaget bukan kepalang hingga kejang-kejang. Polisi yang dikontak oleh keluarga kemudian mengevakuasinya ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin sekira pukul 15.45 WIB.
Selain itu, Roshani (17) siswi SMA N 2 Lampahan Warga Kampung Simpang Balik, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah juga menjadi korban telepon setan yang selama ini sangat menghebohkan. Kamis (8/5), sekira pukul jam 18.00 WIB ia bersama temannya Yanti (17) sedang mengirim SMS kepada rekan mereka yang ada di Simpang Teritit. Tak lama berselang, Roshani yang sedang berada di kamarnya tiba-tiba mendapat panggilan telepon yang berwarna layar merah. “Begitu dipijit tombol OK, layar Hp-nya berubah berwarna merah seketika itupula terdengar suara tertawa ha..ha..ha yang kemudian disusul dengan ucapan kamu adalah target saya malam ini,”ungkap Roshani didampingi orang tuanya kepada Metro Aceh, Jumat (9/5).
Karena ketakutan, Roshani langsung melemparkan Hp-nya ke lantai kamar. “Kemudian, Hp yang sudah tergeletak dilantai itu, ada SMS masuk. Begitu saya lihat lagi, ternyata kata-kata yang ada didalamnya, Kamu adalah target saya malam ini, persis sama seperti yang terdengar awalnya,” cerita Roshani yang didampingi Yanti.
Setelah membaca SMS tersebut, tiba-tiba tubuh Roshani, kejang-kejang serasa dibagian dadanya seakan-akan ditusuk. Yanti yang ketika itu berdiri di dekat Roshani juga terpengaruh sehingga Yantipun mengalami kejang-kejang. “Nyawa saya seolah-olah melayang-layang,” ungkap Roshani.
Orang tua Yanti, Rosdiana (35) mengaku sangat khawatir dengan nasib tragis yang dialami putrinya, Yanti dan Roshani. “Takut terjadi hal-hal efek samping, seperti penyakit ginjal, kandungan dan lain-lain penyakit dalam,”ungkapnya.
Kini kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak polres Bener Meriah melalui Kapolsek Wih Pesam Ipda Hamdani. Kapolsek Wih Pesam itu mengimbau agar warga Kecamatan Wih Pesam khususnya Bener Meriah agar tidak terpengaruh dengan isu-isu telepon santet yang tidak bertanggung jawab itu dan juga dapat mengaktifkan kembali HP-nya, karena untuk isu tidak benar,’’ kata Hamdani. (jpnn)
|