Warga Bengkulu Terkapar
Bengkulu (BCZ) Isu santet melalui HP benar-benar telah
meresahkan masyarakat. Setidaknya, sudah 3 orang yang jadi korban
akibat isu SMS nomor setan merah. Di Kepahiang, seorang tukang tukang
sate Madura, Ujung, Mudhari (35), mendadak pingsan setelah menerima
kontak dari No HP. 0817751276.
Di Masmambang Talo, Tusman Haryadi (31) PNS Dispenda Seluma pingsan selama 3,5 jam setelah menerima telepon. Di Desa Urai Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara, Sayuti (38) terpaksa dilarikan ke RSUD M. Yunus karena kejang-kejang setelah menerima telepon dari nomor 081350566666.
Wartawan Rakyat Bengkulu (Grup Jawapos) langsung meluncur ke lokasi setelah menerima informasi ada warga yang pingsan dan kejang-kejang setelah menerima telepon. Hingga berita ini diturunkan, ketiga korban sudah siuman dari pingsannya.
Kejadian di Kepahiang
Sekitar pukul 19.00 WIB tadi malam, warga Kota Kepahiang mendadak Geger setelah tukang sate Madura di Jl Ponirin No 70 Kelurahan Pasar Ujung, Mudhari (35), mendadak pingsan setelah menerima kontak dari HP. Hanya saja, dari nomor HP itu tidak mengeluarkan cahaya warna merah seperti SMS yang beredar.
Mudhari yang pingsan mendadak itu langsung dilarikan ke RSUD Kepahiang. Setelah ditolong dokter jaga IGD RSUD Kepahiang dr.Ronald dan dibantu ''orang pintar'', tukang sate itu kontan siuman dan langsung pulang ke rumah.
Berdasarkan data terhimpun, sebelum pingsan, sekitar pukul 18.25 WIB, Mudhari bersama istrinya Samsiah (24) dan 2 anaknya Arifah (6) dan Nabil (2) sedang mengobrol di ruang tamu yang bersebelahan dengan warung sate.
Tiba-tiba HP Nokia N 70 milik Mudhari mendadak berdering. Tapi, no HP yang masuk tidak terdaftar di memori HP Mudhari. Sehingga Mudhari tidak mengetahui identitas penelpon. Namun, Mudhari tetap menerima telepon yang masuk. Ketika ditanya siapa yang menelpon, tidak ada sahutan dari No HP yang masuk itu.
''Karena ditanya tidak nyahut, lantas saya menanyakan kepada istri saya, nomor siapa ini. Apakah milik keluarga di Madura. Istri saya juga tidak tahu. Lalu, saya tanya adik ipar saya, Musyaronah (19) juga tidak kenal dengan nomor itu. Karena penasaran, saya kemudian mengirimkan SMS ke nomor itu. Tapi, tidak dibalas. Makanya, saya jadi kian penasaran. Setelah sekian lama tidak aga juga balasan, saya langsung menelepon balik nomor itu, jelas Mudhari setelah siuman dari pingsannya.
Ternyata, nomor yang dihubungi masuk. Lalu, Mudhari cepat-cepat engucapkan ''Hallo selamat malam, ini dengan siapa?'' Secara mendadak, Mudhari merasakan kepalanya pusing dan pandang mata berkunang-kunang. ''Begitu terasa pusing saya langsung lari ke kamar sambil membaca ayat kursi. Lalu, saya mengambil wudhu dan shalat. Setelah itu saya pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi,'' ujar Mudhari.
Mudhari yang pingsan segera dilarikan ke RSUD Kepahiang untuk mendapat pertolongan medis. Setelah beberapa saat di ruangan IGD dan mendapat pertolongan, korban langsung siuman.
Korban Dengar Nyanyian
Sementara di Masmambang, Talo korbannya korbannya Tusman Haryadi (31) PNS Dispenda Seluma yang sempat pingsan selama 3,5 jam setelah menerima telepon. Menurut Tusman ketika sadar, ia sempat mendengarkan nyanyian setan hi…hi…hi…. berulang-ulang dengan suara keras.
Bagaimana kronologinya? Korban yang tengah berada di ruang tamu sekitar pukul 18.30 WIB menerima telepon. Tusman tak melihat warna nomor di layar HP Nokia tipe 3230 miliknya. Namun perasaannya, ia mendengar suara nyanyian setan dengan nada melengking hi…hi….hi…. sekitar 5 – 10 detik.
Setelah itu HP langsung dibanting ke kursi di ruang tamu. Nah, Tusman yang ketakutan itu langsung kejang-kejang dan menjerit histeris. Kontan seluruh keluarga yang tengah berada di teras pun berhamburan masuk ke ruang tamu. Tusman yang roboh ke kursi sudah tak sadar lagi. Matanya merah dan mendelik. Mulutnya pun meracau (ngomel). “Mak aku nido ndak jadi tumbal” dengan ekspresi wajah ketakutan.
“Waktu kejadian kami lagi di teras. Begitu masuk anak saya (Tusman, Red) sudah seperti orang kesurupan. Dia teriak-teriak, sementara adiknya, Iman (9) yang berada bersama dia juga ketakutan. Langsung kami panggil orang pintar dari desa lain. Kami juga panggil dr. Martin dan anak saya diberi obat penenang,” ungkap ayah korban, Anwar Lukman pada RB.
Walaupun sudah disuntik obat penenang, kondisi Tusman tak juga membaik. Hingga pukul 22.00 WIB ia akhirnya sadar dengan sendirinya dan lemas. “Sekarang anak saya sudah sadar, tapi masih lemas,” imbuh Anwar.
Adik korban, Iman yang masih duduk di bangku SD juga tampak ketakutan. Menurut dia, tulisan di HP tersebut warnanya merah. “Abang (merah) warno tulisan nomornyo,” ujar Iman polos dengan ekspresi wajah yang masih ketakutan.
Warga Urai Kejang-Kejang
Korban ketakutan lainnya, warga Desa Urai Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara, Sayuti (38) sehingga dia dilarikan ke RSUD M. Yunus setelah menerima telepon dari nomor 081350566666.
Kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB, kemarin (9/5) Sayuti baru saja selesai menunaikan ibadah Salat Ashar. Usai salat, Sayuti yang tengah memainkan ponselnya, tiba-tiba mendapat telepon dari nomor tersebut. Ia pun mengangkat telepon tersebut.
Namun karena tidak ada suara ia pun menutup ponselnya. Sayuti sempat melihat layar ponselnya berwarna merah. Sayuti yang memang telah mengetahui adanya kabar bahwa di beberapa daerah sudah ada kejadian serupa merasa cemas. Segera ia memberitahukan istrinya bahwa ia baru saja menerima telepon dan layarnya berwarna merah. “Sudah ngasih tahu saya, suami saya langsung menyimpan ponselnya ke dalam lemari. Setelah itu dia baca ayat-ayat suci supaya bisa menangkal,” ujarnya
Selang lima menit, Sayuti sempat mengeluh kepalanya pusing. Ia merasa sekujur tubuhnya bagai terkena aliran listrik. Tak lama kemudian badannya langsung kejang-kejang. Tubuhnya menjadi pucat dan kaku. Hanya bagian leher dan kepala saja yang bisa bergerak.
Keluarganya juga sempat memanggil seorang kyai yang ada di Desa Urai. Mereka berharap agar kyai tersebut dapat menyembuhkan Sayuti. Karena tidak kunjung menampakkan hasil, Sayuti dibawa ke Puskesmas Ketahun. Menurut dokter yang menangani Sayuti di Puskesmas, setelah diperiksa tekanan darah normal. Hanya saja saat itu Sayuti mengalami kepanikan.
Tak juga menunjukkan hasil, Sayuti meminta keluarganya agar ia segera di bawa ke RSUD M. Yunus. Ia tiba sekitar pukul 21.30 WIB dengan di bawa oleh mobil ambulans untuk mendapatkan perawatan.
Kedatangan Sayuti ke RSUDMY mengundang perhatian dari para keluarga pasien yang tengah di rawat. Pengunjung yang merasa penasaran dengan kebenaran adanya korban dari rumor yang beredar. Mereka berbondong-bondong memenuhi ruangan tempat Sayuti dirawat. Bahkan ada yang menelpon keluarga dan teman-temannya untuk melihat keadaan Sayuti.(jpnn/iei/oce/yoh/cw1/cw2)
|