Pekerja Counter HP Menjadi Korban
Muarabungo (BCZ) Benarkah Pesan singkat atau short message service
(SMS) yang menyatakan nomor kartu ponsel (handphone/HP) yang bisa
menyebabkan kematian akhirnya benar-benar makan korban ?
Dua orang dilarikan ke RSUD Muarabungo setelah menerima pesan singkat yang juga disebut SMS nomor merah tersebut. Hanya saja, keduanya sakit bukan karena pengaruh inframerah atau ilmu hitam dari nomor yang pangkalnya 0866 dan 0666, seperti yang disebut dalam SMS. Tapi, keduanya shock setelah menerima dan membaca SMS berisi peringatan itu yang masuk ke HP-nya.
Kedua gadis itu masing-masing Elvalia (16), warga Km 6, arah Bangko, Dusun Sungai Megkuang, Kecamatan Rimbo Tengah dan Anshori (33), warga Dusun Sungai Gurun, Kecamatan Pelepat. Keduanya masuk ke IGD RSUD Muarabungo, Jambi hampir bersamaan, sekitar pukul 22.00 WIB.
Menurut keterangan keluarga korban, Elvalia yang bekerja di counter HP dekat rumahnya ditemukan dalam kondisi lemas di dalam counter. Wajahnya pucat dan HP-nya dibuangnya begitu saja di lantai.
”Dia baru menerima SMS yang isinya supaya jangan mengangkat nomor HP yang bisa menyebabkan orang mati itu. Setelah baca dia mendadak lemas dan langsung membuang HP-nya,” kata keluarga korban di RSUD Muarabungo malam tadi.
Seperti Elvalia, menurut keluarganya, Anshori juga lemas setelah menerima SMS peringatan nomor merah tersebut. Melihat kondisinya, Anshori langsung dilarikan keluarganya ke RSUD Muarabungo.
”Dia menerima SMS itu sekitar jam setengah sembilan tadi (20.30 WIB, Red),” kata keluarganya.
Dokter jaga RSUD Muarabungo, dr Meli, dikonfirmasi malam tadi mengatakan, tidak ada masalah dengan jantung atau kondisi kesehatan korban. Menurut dia, kedua korban hanya shock.
”Bisa jadi mereka terkejut dan takut setelah membaca SMS tersebut. Tapi saya tidak bisa memastikan, ini ada hubungannya dengan SMS itu,” katanya.
Karena kondisinya masih lemas, kedua korban terpaksa dirawat inap. Pantauan wartawan di RSUD Muarabungo malam tadi, kejadian ini cukup menghebohkan. Selain keluarga koban, warga yang ingin melihat kondisi korban juga berdatangan ke IGD RSUD Muarabungo.
Mereka berdesakan ingin memperoleh informasi kejadian yang menimpa korban. (jpnn/sal)
|