|
Myanmar Tolak Bantuan Negara Barat |
|
Jumat, 9 Mei 2008 | 14:28:16 |
|
Hanya Menerima Bantuan Dari Asia
Jakarta (BCZ) Rejim junta militer Myanmar lewat Menteri Luar
Negeri U Nyan Win meminta bantuan dari Indonesia untuk meringankan
beban bencana badai topan tropis Nargis.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Kristiarto Legowo, Nyan Win menyatakan pada Hasan Wirayuda bahwa Myanmar terbuka pada semua bantuan yang ada.
“Kami menyambut baik segala bantuan humanitarian dari semua negara,” ucap Legowo menirukan ucapan Nyan Win kapada Hasan Wirayuda melalui telepon.
Tetapi dalam praktiknya Myanmar yang dikuasai rejim junta militer ini sampai saat ini hanya menerima bantuan dari Asia dan menolak bantuan internasional yang berasal dari Barat.
Bantuan Amerika dan Inggris ditolak mentah-mentah. Reaksi tersebut membuat Australia dan Kanada meminta bantuan Indonesia agar Myanmar mau lebih terbuka terhadap bantuan dari negara lain terutama dari pihak Barat.
Padahal sebelumnya Perdana Menteri Gordon Brown dalam keterangannya, Kamis (9/5) juga menyatakan, Inggris akan menggalang negara-negara internasional lainnya untuk turun tangan dan menyalurkan bantuan berupa medis dan makanan.
Demikian pula dengan Amerika Serikat. Negara Paman Sam itu juga menggolontorkan bantuan dana rehabilitasi sebesar 1,5 miliar poundsterling atau sekira Rp 28 triliun. Bahkan, Presiden George W. Bush sudah menawarkan bantuan serdadunya untuk ikut membenahi beberapa wilayah di Myanmar yang porak poranda diterpa badai Nargis.
Indonesia sendiri mengirim bantuan sebesar 1 juta dolar AS atau sekitar 900 juta lebih plus makanan dan pakaian yang rencanannya akan diantar dengan dua pesawat Hercules siang ini bersama 7 orang dari Menko Kesra dan Deplu.
Bersamaan dengan rombongan itu, sebenarnya ada 10 wartawan Indonesia yang meminta untuk ikut dalam rombongan tersebut tetapi semuanya ditolak oleh Myanmar. (rm/yat)
|