|
JAKARTA - Untuk kedua kalinya, Kamis (8/5) kemarin KPK memeriksa
Bupati Bintan Ansar Ahmad sebagai saksi dalam kasus dugaan penyuapan
pada alih fungsi hutan lindung menjadi ibu kota dan pusat bisnis di
Bintan, Provinsi Kepri.
Ansar menjalani pemeriksaan selama hampir delapan jam. Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, pemeriksaan KPK atas Ansar kemarin diarahkan untuk pengembangan proses penyidikan. ”Penyidik minta konfirmasi dari Bupati tentang temuan-temuan KPK sebelumnya,” imbuh Johan, Kamis (8/5) sore di KPK.
Mantan wartawan di sebuah majalah berita mingguan terbitan ibu kota itu menambahkan, status Ansar saat ini masih tetap sebagai saksi untuk kasus dugaan suap yang melibatkan dua tersangka yaitu anggota Komisi IV DPR Al Amin Nasution dan Sekda Bintan Azirwan.
”Tetapi soal apa saja yang dijawab Bupati Bintan, saya tidak bisa sebutkan. Yang pasti penyidik menanyakan tentang informasi dan data yang dimiliki KPK baik dari hasil penggeledahan ataupun hasil pemeriksaan-pemeriksaan ke pihak-pihak yang sudah kita minta keterangan,” ujar Johan.
Saat ditanya apakah penyidik KPK sudah menjadwalkan untuk memeriksa nama lain, termasuk kemungkinan memeriksa Gubernur Kepri Ismeth Abdullah? ”Sejauh ini belum ada jadwalnya,” jawab Johan.
Sementara usai diperiksa selama hampir delapan jam, Ansar Ahmad tetap enggan memberikan pernyataan ke wartawan terkait materi pertanyaan dari penyidik KPK pemeriksaan kemarin.
Keluar dari ruang pemeriksaan di lantai delapan KPK 16.45 WIB, Ansar yang kemarin mengenakan kemeja batik lengan pendek warna merah marun kombinasi biru tua sempat menunggu sekitar 15 menit di ruang tunggu KPK untuk menunggu pengembalian Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ditinggalkannya di resepsionis KPK.
Selain itu, Ansar yang datang bersama dua orang lainnya duduk-duduk sambil baca koran di ruang tunggu KPK untuk menunggu taksi karena Ansar tidak membawa mobil pribadi seperti saat pemeriksaan sebelumnya. Saat datang di KPK pada pukul 08.20 WIB pagi, Ansar juga naik taksi.
Keluar dari ruang tunggu KPK, Ansar langsung dikerumuni wartawan. Namun Ansar hanya mengumbar senyum. ”Nggak, nggak, nggak,” katanya menanggapi berondongan pertanyaan wartawan.
Akhirnya setelah bersusah payah untuk menembus kepungan wartawan, Ansar berhasil mencapai pintu taksi Pusaka Biru bernomor polisi B 2430 BL dan berlalu. (ara)
|