|TV News | RSS | Blogs 
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
KEPRI COMMUNITY
  • by

    Candra Ibrahim
KOLOM KAMISAN
  • by

    Hasan Aspahani
Local Batam
Google
SIDAK
YULIANA, mucikari di Panti Pijat Monalisa menutupi wajah begitu tiba di Markas Polsek Batuampar, kemarin. Polisi menggerebek Panti Pijat Monalisa setelah terungkapkanya praktek perdagangan manusia (trafiking) di sana.
Today's Must-Reads
El Clasico dan Melayu Itu
Selasa, 6 Mei 2008 | 15:00:32
Sesengit apa perseteruan antara Barcelona versus Real Madrid? Sepanjang satu abad sejarah sepakbola Spanyol, kedua klub raksasa Spanyol itu seperti terlahir untuk saling bermusuhan. El Clasico, demikian sebutan untuk laga pertemuan dua kesebelasan itu. Sebuah perseteruan yang mensejarah yang diwarnai darah, airmata, dan juga kehormatan. Lihatlah secuil perseteruan mereka:

Kota Barcelona yang Catalonia, yang masyarakatnya lebih membumi, ramah, mudah bergaul adalah katrok. Itu setidaknya yang ada di mata masyarakat Kota Madrid yang mewakili suku Castilla. Bahasa mereka berbeda, cara makan mereka beda, kebiasaan beda, dan Barcelona, selama satu abad terakhir ini melawan dominasi Penguasa Madrid lewat sebuah klub: Barcelona FC.

Bahkan, ketika Diktator Francisco Franco yang Castilla berkuasa sejak 1936, campur tangannya membuat Barca keok 1-11 dalam laga di semifinal Piala Generalissimo tahun 1943. Ketika itu, intimidasi dari sang penguasa, membuat pemain-pemain Barca "lupa" bagaimana bermain bola.

Rivalitas keduanya jauh melampaui rivalitas-rivalitas melegenda dua klub di belahan dunia lainnya. Laga panas antara Liverpool vs Everton, Arsenal vs Tottenham Spurs, dan AC Milan vs Inter Milan, belum ada apa-apanya jika dibanding laga El Clasico. Jika laga-laga lainnya memanas lebih karena rivalitas tim sekota, laga Barca-Madrid sudah melebihi batas-batas wilayah. Melebar ke persaingan politik, ideologi, sosial, dan budaya.

Padahal kita semua tahu, baik Barca maupun Real Madrid, dijejali pemain-pemain seantero dunia. Multi-etnis. Multi-agama. Multi-budaya. Sebodoh itukah pendukung Barca maupun Madrid mempertaruhkan kehormatan mereka di tangan pemain-pemain asing yang notabene jauh lebih "berbeda" dari mereka?

Tidak! Mereka tahu, seorang Xavi Hernandes yang asli Barcelona sekalipun tak akan berhak berseragam biru-merah Barca, jika tak punya kemampuan lebih mengolah bola. Fans Barca maupun Madrid, tak akan sudi mengeluarkan uang untuk beli tiket, jika yang ditonton pemain-pemain tak becus. Sekalipun itu suku asli mereka.

Dan, lihatlah komentar Ramon Calderon ketika di Liga Champions 2007-2008, hanya tersisa satu Spanyolian? ''Saya akan sangat bahagia jika Barcelona memenangkan Liga Champions,'' kata Presiden Real Madrid itu seperti dikutip harian Spanyol, Marca. Ketika mengatakan hal itu Calderon sadar, dirinya harus melupakan sejenak El Clasico, untuk kebesaran sepakbola Spanyol. Dan kebesaran itu, kini ada di tangan Lionel Messi dkk.

Ya, ketika semifinal Liga Champions menyisakan Barca sebagai satu-satunya klub luar Inggris, Calderon tidak ingin sepakbola Spanyol kehilangan muka. Liverpool, Manchester United, Chelsea, tiga klub peserta semifinal lainnya, di mata Calderon tidaklah lebih baik dari Barcelona. Jadi, tidak ada salahnya jika ia mengingini wakil Spanyol sebagai juara. Jika pada akhirnya Barcelona tersingkir oleh kedigjayaan Manchester United, setidaknya Barca menjadi salah satu klub yang bisa merusak konsentrasi kediktatoran klub-klub Inggris.

Di Batam, juga Kepulauan Riau, kini kembali diriuhkan oleh gegap-gempitanya persiapan pemilihan kepala daerah. Tahun depan, setelah pemilu legeslatif dan presiden, giliran kemudian masyarakat berbondong-bondong memilih gubernur. Dan, di antara persiapan itu, selalu ada terdengar sentimen etnis tentang siapa yang berhak menjadi kepala daerah.

Anda bukan Melayu? Jika iya, jangan coba-coba mencalonkan diri sebegai kepala daerah! Atau setidaknya jika Anda bukan Melayu tapi sangat kaya, terkenal, dan ingin jadi kepala daerah, gandenglah pasangan Melayu! Sehebat apa pun Anda, jika syarat "Melayu" tak terpenuhi, saya yakin Anda akan gagal. Masyarakat Kepri ini bukan seperti fans Barca maupun Madrid. Yang lebih mementingkan sebuah profesionalisme ketimbang sentimen kedaerahan. Yang lebih memikir kesejahteraan ketimbang suku apa pimpinan mereka.

Tapi itulah fenomena. Tidak hanya di Batam, di seantero jagad sekalipun, etnis, warna kulit, agama, masih menjadi momok menakutkan yang mengesampingkan sebuah profesionalisme. Yang mengesampingkan sebuah tujuan maha agung. Tapi setidaknya, dari sepakbola rakyat dan pemimpin kita bisa belajar. Bagaimana etnis, suku, agama, latarbelakang, tidak berarti apa-apa tanpa kerja keras dan profesionalisme. Jika klub sekelas Barcelona bisa menginvasi dunia dengan permainan sepakbola yang indah, setidaknya Kepri dan Batam bisa menyaingi atau bahkan mengalahkan Singapura jika dikelola dengan profesional. Meski kepala bukan Melayu. Singapura yang katanya negeri Melayu, justru didominasi etnis Tionghoa yang profesional itu. Bahkan kabar terakhir, dengan kekayaan yang dihasilkan dari profesionalisnya, Singapura berencana akan membeli klub Liga Premiere, Newcastle United.

Tapi sudahlah! Taksiran saya, Batam juga Kepri, butuh 30 tahun lagi untuk tidak lagi berpikir soal Melayu tidak Melayu. Yang jelas, akhir pekan depan, pecinta bola bakal disuguhi laga paling menegangkan setelah final Piala Dunia. El Clasico. Meski saat ini Real Madrid sudah memastikan juara Liga Spanyol pada Minggu, 3 Mei lalu. Setidaknya, prediksi saya, Barca tidak ingin dipermalukan di kandang sendiri. Saya memprediksi untuk laga akhir pekan ini, Barca menang 2-0.

Penulis adalah pecinta bola, editor di Posmetro sekaligus pemilik http://batamseksi.blogspot.com/
 
MM Research Polls
Apakah Anda Pernah Selingkuh?
Jenis Kelamin Anda?
Usia Anda saat ini?
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Glasgow (BCZ)  Polisi Skotlandia membebaskan 15 anak baru gede alias ABG asal China dan beberapa negara Asia Tenggara. Di Skotlandia, mereka dipaksa bekerja sebagai budak seks.
    Wellington (BCZ) Jalan utama menuju ibukota Selandia Baru  macet total hari ini (4/7) ketika ribuan truk mengadakan demo guna memprotes semakin tingginya biaya yang mereka butuhkan dalam perjalanan.
Real Estate
  • ANIMO penyewa kios Pasar Rakyat Botania Garden terus bertambah. Kini, jumlah kios tersewa bertambah sebanyak 20 unit dalam waktu enam hari. Pasar Rakyat Botania Garden itu baru dibuka untuk masyarakat mulai tanggal 20 Juni lalu.
    PROYEK rumah di tepi pantai, Coastarina yang berada di Teluk Tering Batam Center, terus menjadi pusat perhatian pasar properti. Tidak hanya pasar Batam dan daerah lain di Indonesia, juga dari luar negeri.
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us