|
Batam (BCZ) Sebanyak 6.180 siswa SMP dan Madrasah Tsanawiyah di Batam
mengikuti Ujian Nasional (UN), Senin (5/5) ini. Perinciannya, 3.661
siswa SMP negeri dan MTsN dan 2.419 siswa SMP swasta dan MTs swasta.
Sejauh ini belum ada informasi kebocoran soal UN SMP. Dinas Pendidikan Kota Batam juga mengaku belum memperoleh soal UN bocor.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Zarefriadi mengatakan, persiapan UN SMP sudah berjalan secara baik dan pihaknya belum memperoleh informasi soal UN bocor. Ada 91 SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Batam. Namun, sekolah yang ikut UN hanya 72 SMP. Sebanyak 46 SMP swasta dan 26 SMP negeri. ”Kita harapkan kejadian bocornya soal UN SMK tak terulang,” katanya, kemarin.
Kadis Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin meminta, kepala sekolah dan guru SMP diminta melakukan pengawasan yang ketat agar kasus soal ujian nasional (UN) bocor tak kembali terulang. Guru-guru diminta bersikap profesional dan tidak melakukan pelanggaran.
”Jangan ada guru yang terlibat. Kalau main-main bisa dipecat,” kata Muslim.
Ia meminta guru-guru tak tegang menghadapi UN karena bisa berimbas pada anak didik. Jika muncul ketakutan berlebihan, dikhawatirkan guru-guru melakukan pelanggaran membantunya siswanya agar lulus UN.
”Tidak ada indikasi guru terlibat dalam bocornya soal matematika SMK. Jangan pula terjadi pada UN SMP,” ujarnya.
Soal pengamanan soal, Muslim menyebutkan, saat ini soal sudah disimpan di polsek-polsek dan tempat lainnya. Soal baru diambil sebelum pelaksanaan ujian. Pengamanannya sama dengan UN SMA dan SMK. ”Sesuai prosedur yang ada. Soal sampai tanggal 17 April lalu. Tinggal diambil saja,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMP 23 Pulau Ngenang, Fadilipa mengatakan, sebanyak 11 siswanya sudah siap menghadapi UN SMP yang digelar hari ini. Soal ujian, katanya disimpan di pos TNI Angkatan Laut, Ngenang. Sampai saat ini, Fadil mengaku, belum mendapat informasi soal UN bocor.
”Kami sekolah negeri. Jadi bisa menyelenggarakan UN sendiri. Pengawasnya dari SMP 8 Nongsa,” kata Fadil di Ngenang, kemarin.
Sementara itu, tak hanya siswa yang mengikuti UN saja yang was-was, para orang tua yang anaknya mengikuti ujian juga ikut cemas. ”Anak yang ujian, tapi saya yang ikut tegang, ”ucap Resopriati Sujana, orang tua dari Resti, siswa kelas 3 SMP Kartini.
Di rumahnya, ia berusaha membekali anaknya dengan belajar tambahan. Supaya lebih fokus, ia sengaja mendatangkan guru privat. Diakuinya, menjelang UN, intensitas belajar anaknya di rumah meningkat, terutama seminggu menjelang UN. Hanya saja, supaya anaknya tidak tegang, dua hari sebelum UN, Resopriati memberi kesempatan pada anaknya untuk pergi nonton dengan guru privatnya.
”Biar nggak tegang, jadi nyantai dulu, tapi sehari sebelum UN dan selama UN berlangsung fokus lagi dengan UN,” ungkap warga perumahan Duta Mas Batam Center.
Resti mengaku, karena persiapan UN dari sekolah sudah relatif lama, saat datang saatnya ia pun merasa tidak terlalu tegang. ”Stabil saja,” ungkapnya.
Hanya saja, dari empat mata pelajaran yang di UN-kan, diakuinya mata pelajaran IPA membuatnya agak khawatir. ”Yang lainnya sih siap, tapi IPA kayanya agak berat,” ungkapnya. Secara umum ia mengakui siap dengan UN yang mulai digelar hari ini.
Tetap Pengawas Silang
Berbarengan dengan penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat, sebanyak 473 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) bisnis juga mengikuti UN ulang hari ini, Senin (5/5). UN ulang tersebut untuk mata pelajaran matematika yang teridentifikasi bocor, 23 April lalu.
Penyelenggaraan UN ulang tersebut dilaksanakan di masing-masing sekolah. Dengan ketentuan sama seperti UN utama lalu. Setiap ruangan diawasi dua pengawas silang dari seluruh SMK di Batam.
Siswa yang harus UN ulang ini berasal dari sembilan SMK. Perinciannya, jurusan akutansi 333 siswa. Sedangkan jurusan penjualan 140 siswa. Kebanyakan siswa SMK Kartini, yakni 99 orang, disusul SMK Permata Harapan 94 siswa, SMK Ibnu Sina 83 siswa, dan SMK Harmoni 71 siswa.
Sebelum mengikuti UN ulang tersebut, beberapa sekolah mengundang kembali siswanya untuk pemantapan. Seperti di SMK Harmoni, mereka pemantapan selama dua hari, yakni Kamis dan Sabtu lalu. Di SMK Kartini malah menyelenggarakan try out sekali.
Di SMK Ibnu Sina, tidak ada persiapan khusus. Hanya saja siswa tetap datang ke sekolah dan Sabtu (3/5) lalu, pengambilan nomor ujian. ”Hari ini (Sabtu, red) hanya pengambilan nomor ujian saja,” ujar seorang guru SMK Ibnu Sina, akhir pekan lalu. (dea/uma/dew)
|