|
Karimun Segera Miliki PLTD MFO |
|
Senin, 28 April 2008 | 11:46:54 |
|
Karimun (BCZ) Keseriusan PT Karimun Power Mandiri (KPM) dalam
berinvestasi di Karimun dalam bidang kelistrikan, dengan total
investasi sebesar 8,1 juta dolar AS memang ditunggu-tunggu masyarakat.
Hal itu tidak lain guna mengakhiri krisis listrik yang terjadi bertahun-tahun di Karimun. Akibatnya daftar tunggu pelanggan hingga saat ini sudah mencapai sebanyak 3000 pelanggan yang mendambakan beroperasinya PT KPM bulan September mendatang.
Pemancangan batu pertama pembangunan PLTD berbahan bakar Marine Fuel Oil (MFO) dengan kafasitas 25 Mega Watt (MW) di Bukit Carok Kecamatan Tebing, Sabtu (26/4) lalu langsung dilakukan Bupati Karimun, H Nurdin Basirun membuka acara pemancangan batu pertama di Bupati Karimun, H Nurdin Basirun pada kesempatan tersebut berharap kepada seluruh komponen masyarakat agar mendukung jalannya pembangunan PLTD MFO oleh PT Karimun Pawer Mandiri. Kehadiran PT KPM dalam memulai pembangunan PLTD MFO di Karimun, jelas saja perusahaan dimaksud sebenarnya ingin membantu sepenuhnya penanganan masalah krisis listrik yang terjadi selama ini di Kabupaten Karimun.
‘’Kita cukup bangga, ternyata Presiden Direktur PT KPM itu sendiri adalah putra daerah Karimun yang selama ini cukup sukses, tidak lain Dadang Ari Wijaya. Maka saat ini dia ingin membangun kampung halaman, tentunya niat yang baik dimaksud sudah sepatutnya pula kita bantu bersama,’’ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diterima RPG dari PT PKM menyebutkan bahwa besarnya kafasitas dengan 4 mesin mencapai 25,6 Mega Watt (MW). Sementara harga daya listrik dari PT KPM ke PLN berdasarkan perjanjian dijual dengan harga sebesar Rp525 per KWH.
General Manager (GM) PT PLN wilayah Riau Kepulauan Robet Aritonang pada kesempatan tersebut kepada para wartawan mengatakan, berdasarkan MOU yang sudah disepakati antara PLN dan PT PKM, nantinya daya listrik yang dihasilkan PT KPM akan dijual ke PLN dengan haraga Rp525 per KWH, selanjutnya PLN menyalurkan ke masyarakat dengan harga Rp630 per KWH.
‘’Sementara beroperasinya PT KPM yang menggunakan bahan bakar MFO sebagai penggerak mesin, nantinya akan ditalangi secara langsung oleh PT PLN Tanjungpinang. Kita berharap pada bulan September mendatang PLTD MFO Bukit Carok sudah bisa beroperasi dalam mengatasi krisis listrik yang terjadi di Kabupaten Karimun,’’ tambahnya.(bud/rpg)
|