|
TANJUNGPINANG - Kamis (17/4) puluhan penumpang Kapal Perintis yang
melayari jalur Tanjungpinang, Tambelan, Tarempa, Ranai, Pulau Tujuh dan
pulau-pulau lain di Kabupaten Natuna urung berangkat.
Penyebabnya kapal tersebut over capacity atau kelebihan penumpang.
Meski demikian usai puluhan penumpang menunda keberangkatan dengan cara
mengembalikan tiket pada agen penjual, kapal besi yang juga mengangkut
barang tersebut akhirnya diperkenankan berlayar. ”Banyak penumpang yang
mengembalikan tiket. Mereka enggan berangkat disebabkan penumpang kapal
sudah penuh melebihi kapasitas,” kata Razak, warga asal Ranai yang
berdomisili di Tanjungpinang.
Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) Tanjungpinang Firman Harefa
mengaku, belum mendapat laporan mengenai Kapal Perintis yang over
capacity tersebut. ”Kita belum tahu. Kalau over capacity tidak boleh
berangkat dong. Kita juga belum tahu kapasitas penumpang sebenar kapal
tersebut, sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang dengan melihat
sertifikasi yang dimiliki kapal,” tanggapnya.
Di temui di sela Musrenbang Kepri 2008, anggota DPRD Kepri asal Natuna,
Tawarich menjelaskan, penyebab kapal perintis tersebut over capacity
akibat beberapa kapal milik PT Pelayaran Nasional (Pelni) yang biasa
melayari jalur utara itu naik dok.
Sedangkan Kapal Gunung Bintan
bantuan pemerintah pusat belum dapat dioperasionalkan. ”Ada beberapa
kapal Pelni naik dok. Itu sebab Kapal Perintis over capacity. Sedangkan
kapal bantuan pemerintah pusat yang diserahkan pada Pemprov Kepri belum
dioperasionalkan, karena belum jelas anggaran operasional dan penentuan
berapa harga tiket bagi penumpang,” jelas Tawarich.
Di Musrenbang yang sama, Wakil Bupati (Wabub) Natuna R Amirullah
menyebutkan, mengatasi kesulitan transportasi masyarakat dari dan ke
Tanjungpinang-Ranai akan dioperasikan kapal fibre Natuna Bahari 2.
disinggung mengenai Kapal Gunung Bintan bantuan pemerintah pusat yang
telah diserahkan pada Pemprov Kepri, Amirullah mengaku belum tahu.
”Saya sampai hari ini belum tahu. Kapal itu kan sampai kini yang punya
Pemprov Kepri. Jadi saya belum tahu mengenai Kapal Gunung Bintan yang
akan diperuntukan bagi kawasan Natuna. Tanyakan hal itu pada Pemprov
Kepri,” imbuh Amirullah. (amr)
|