|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Dalam mengatasi pelaku pelanggaran lalu lintas, Polantas tidak akan langsung memberikan surat tilang, melainkan surat peringatan terlebih dulu.
Today's Must-Reads
Tidak Akan Ada Operasi Pasar Minyak Tanah
Rabu, 9 April 2008 | 12:07:41
Sepuluh Agen Minta Extra Droping

Batam (BCZ) Belakangan ini antrian warga di pangkalan minyak tanah semakin panjang. Namun, Amiruddin Kabid ESDM  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidnag), antrian itu terjadi bukan karena kelangkaan.

Diungkapkan Amir, ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya antrian yakni, karena adanya pengurangan alokasi berdasarkan hari kerja atau karena adanya pangkalan baru.

"Karena ada pangkalan baru, bisa saja jatah di pangkalan yang dianggap melebihi kuota akan dikurangi. Soal jumlah hari kerja diatur oleh Pertamina dan berkoordinasi dengan kita," ungkap Amiruddin di ruang kerjanya.

Meski terjadi antri panjang, Disperindag tidak mungkin melakukan operasi pasar. Jalan yang ditempuh yakni melakukan extra droping. Ke-10 agen minyak tanah akhirnya  meminta extra droping pada pemerintah.

Untuk mendapatkan persetujuan extra droping itu, menurutnya tidak gampang. Karena harus mendapat persetujuan dari Pertamina Medan. Dari permohonan extra droping yang dimintakan, diperkirakan kemarin turun dari Pertamina ke 10 agen. Untuk extra droping, satu agen hanya mendapat kuota lima ton.

Kondisi yang terjadi saat ini dimasyarakat, bukan karena adanya pengurangan, melainkan terpengaruh kondisi di Jakarta. Di Jakarta hal itu terjadi akibat sudah adanya pengalihan dari minyak tanah ke gas.

"Jatah untuk masing-masing pangkalan diberikan beragam, dan pendistribusiannya berdasarkan hari kerja. Maksimal hari kerja 24 hari. Dan penyaluran itu tidak bisa dibuat merata. Takut terjadi penumpukan," jelasnya.

Karena, masing-masing daerah kuota minyak tanah yang dibutuhkan bervariasi. Jika terjadi penumpukan maka pangkalan tidak mengambil minyak tersebut dan minyak yang tidak diambil itu menjadi saving. Namun, saving ini tidak dapat diambil untuk keesokan harinya.

Secara rasio per KK mendapat jatah empat liter per jiwa setiap bulannya. Kekurangan minyak tanah di pangkalan juga bisa disebabkan karena ada masyarakat yang tinggal di daerah lain membeli di pangkalan tersebut. Disperindag menghimbau agar pangkalan membuat data pelanggan. Kemudian masing-masing pelanggan yang terdata akan diberikan kupon yang dikeluarkan oleh Disperindag.

"Secara bertahap kita sudah berikan kupon-kupon ini pada pangkalan. Nanti ini akan kita berlakukan secara menyeluruh terhadap seluruh pangkalan," katanya mengakhiri.(BN/deo)


 
MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Adelaide (BCZ) Tiga orang wanita muda mengadakan aksi demonstrasi dengan tidak mengenakan sehelai benangpun di luar restoran KFC di Adelaide, Australia.
    Nairobi (BCZ) Bajak Laut Somalia berusaha melakukan upaya pembajakan kembali, namun kali ini kapal yang mereka incar merupakan sebuah kapal pesiar.
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us