|
Sriwijaya Air Tambah 13 Pesawat |
|
Rabu, 9 April 2008 | 11:21:58 |
Jakarta (BCZ) Di saat dunia penerbangan Indonesia mulai pasang
surut, maskapai penerbangan Sriwijaya Air malah berencana menambah
armadanya. Sebanyak 13 armada baru yang akan datang mulai tahun 2013
itu, merupakan strategi ekspansi rute nasional.
“Pesawat baru ini terdiri 10 unit jenis Boeing B-737-800 dan tiga unit Airbus A-320,” ujar Direktur Utama Sriwijaya Air, Chandra Lie kepada wartawam, Selasa (8/4).
Menurut dia, rute regional utama yang hendak dibidik antara lain, ke Bangkok, Thailand, sedangkan untuk rute ke Malaysia akan dilayani pesawat-pesawat yang akan datang pada tahun ini, yaitu tiga unit Boeing 737-300 dan tiga unit Boeing 737-400.
Candra menjelaskan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan negosiasi langsung dengan kedua pabrikan jenis pesawat tersebut, yaitu Boeing dan Airbus. Sebab, permintaan pesawat di dunia sedang tinggi-tingginya. Namun, dia mengaku kesulitan mencari pihak penjamin pembelian pesawat itu. “Dengan kejadian AdamAir beberapa waktu lalu, cukup membuat pihak-pihak yang biasanya bergerak dalam pemberian jaminan merasa trauma,” tukasnya.
Dia menargetkan, mulai 2013, sebanyak 13 unit pesawat tersebut sudah mulai diterima secara bertahap. Sayang, candra belum bersedia membeberkan dana yang dibutuhkan untuk transaksi ke 13 pesawat itu. Sriwijaya juga berencana membeli simulator untuk Boeing 737-300 yang akan dipasang di bandara Pangkal Pinang tahun ini.
“Simulator tersebut akan memperkuat maskapai itu dalam meningkatkan kemampuan pilotnya, kami sedang mengajukan rencana itu ke pengelola bandara,” tuturnya.
Sriwijaya Air saat ini memiliki armada pesawat dari berbagai tipe. Candra mengungkapkan, saat ini Sriwijaya Air juga sedang mengajukan pembukaan ijin rute domestik ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan (Dephub).
Rute-rute yang akan dibuka itu antara lain, Jakarta-Makassar-Ambon Pulang Pergi (PP) dan Jakarta-Yogyakarta-Surabaya PP. “Ijin sudah diajukan sekitar dua minggu lalu dan saat ini sedang dikaji,” jelasnya. (rm/hta)
|