|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Dalam mengatasi pelaku pelanggaran lalu lintas, Polantas tidak akan langsung memberikan surat tilang, melainkan surat peringatan terlebih dulu.
Today's Must-Reads
Biaya Merek Memberatkan Pengusaha
Senin, 7 April 2008 | 11:00:46
Jakarta (BCZ)  Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah menurunkan biaya pendaftaran merek produk yang terlalu mahal. Tingginya biaya pendaftaran itu dinilai menghambat dan memberatkan perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM) ke depan.

"Rata-rata biaya yang dikeluarkan pengusaha untuk mengajukan nama produknya Rp 4,8 juta per merek. Untuk UKM, itu pasti berat," ujar Ketua Apindo Djimanto di Jakarta Sabtu (5/4). Apalagi, pengusaha UKM dituntut mengajukan hak paten sehingga biaya menjadi lebih mahal lagi. Biaya tinggi itu sering menghambat UKM untuk memulai usaha.

Untuk mendapatkan merek produk, lanjut dia, sebelumnya pengusaha harus mengajukan merek yang digunakan kepada Direktorat Merek Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada database merek yang telah diakui dan bisa diakses dengan mudah melalui internet.

"Padahal, database itu dapat menghindarkan pemohon merek dari mengajukan merek yang telah dipatenkan," tuturnya. Dia mencontohkan, setelah mengajukan nama merek dan membayar kepada pemerintah, tapi ternyata namanya telah dipakai orang, nama mereka tidak bisa lagi dipakai. Celakanya, uang yang disetor tersebut hilang.

Untuk pengusaha besar, hilangnya dana itu tentu tidak berpengaruh. Tapi bagi pengusaha UKM, uang itu tentu sangat berarti. "Kalau begini terus, untuk pengusaha yang kecil bagaimana?" tanyanya. Karena itu, dia minta pemerintah menyediakan database paten merek yang mudah diakses. Dengan begitu, pemohon bisa memastikan pendaftaran mereknya disetujui.

Soal pemalsuan merek, Djimanto mengaku telah memiliki kiat khusus untuk menghindari kerugian. "Kalau dibajak, kami buat merek baru lagi. Biaya pembuatan merek baru lebih murah dan cepat dibanding harus menggugat pembajak," jelasnya. (jpnn/wir/oki)


 
MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Adelaide (BCZ) Tiga orang wanita muda mengadakan aksi demonstrasi dengan tidak mengenakan sehelai benangpun di luar restoran KFC di Adelaide, Australia.
    Nairobi (BCZ) Bajak Laut Somalia berusaha melakukan upaya pembajakan kembali, namun kali ini kapal yang mereka incar merupakan sebuah kapal pesiar.
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us