|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
KEPRI COMMUNITY
  • by

    Candra Ibrahim
KOLOM KAMISAN
  • by

    Hasan Aspahani
Local Batam
Google
SIDAK
Pulau Komodo masuk dalam daftar calon tujuh keajaiban dunia
Today's Must-Reads
  • Editorials

    Tarif Pajak Turun

    Pemerintah menurunkan tarif pajak perorangan sejak 1 Januari 2009
  • TNI AL Tambah KRI

    Dua Kapal Perang Buatan buatan lokal menambah armada TNI AL untuk mengamankan perairan Kepri
Warga Kampung Aceh Datangi Pemko
Kamis, 3 April 2008 | 17:53:46

Satpol Ancam Bongkar Paksa Jika Tidak Mau Pindah

Batam (BCZ) Peristiwa serupa seperti kejadian penertiban di Bengkong Kolam sepertinya akan terulang. Anggota Satpol PP yang melakukan pertemuan dengan warga Kampung Aceh, mengancam jika mereka tidak segera mengosongkan lahan maka akan melakukan bongkar paksa.

Pasalnya, dalam waktu dekat Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan membangun rumah susun sewa (Rusunawa) di Muka Kuning. Lokasi yang diperoleh yakni di Kampung Aceh, Muka Kuning. Untuk membangun Rusunawa itu, Pemko telah meminta kepada warga di sana untuk pindah. Pada surat peringatan ke dua yang diberikan, paling lambat Kamis (3/4) warga harus meninggalkan tempat itu.

Warga yang tidak terima dengan perlakuan pemerintah, kemarin mendatangi kantor walikota. Sayangnya, baru sampai di kantor walikota, anggota Satpol PP tidak mau menerima mereka. Setelah diarahkan, akhirnya warga yang terdiri dari ibu-ibu itu mendatangi Gedung DPRD Kota Batam.

Goisa Harahap, yang sudah cukup lama tinggal disana dengan tegas menolak jika disuruh pindah. Terlebih pemerintah tidak memberikan uang ganti rugi pada mereka. Dengan alasan tidak ada uang untuk menyewa, Goisa dan dua temannya yang lain menolak untuk disuruh pindah.

Ia mengatakan ada 85 KK yang diberi surat peringatan untuk segera pindah. Diantara mereka yang tinggal disana ada yang sudah mencapai tujuh hingga delapan tahun. Surat pemberitahuan pertama menurutnya diterima dalam bulan Maret lalu. Dan surat peringatan ke dua diterima pada tanggal 12 Maret. Pada saat menerima surat peringatan ke dua itu, warga juga diminta rapat bersama dengan Satpol PP.

"Saya tidak ingat kapan persisnya surat peringatan pertama kami terima. Yang pasti bulan Maret. Dalam rapat dengan Satpol kami diminta untuk segera mengosongkan lahan," ujarnya.

Ancaman untuk membongkar paksa bangunan warga itu, apabila warga tidak mau mengosongkan lokasi itu. Diakui Goisa, dengan dibangunnya Rusunawa ia dan teman-temannya dapat tinggal disana. Akan tetapi itu bila bangunan telah selesai. Yang menjadi persoalan katanya ketika Rusunawa baru akan dibangun.

"Kemana kami akan tinggal menjelang Rusunawa selesai dibangun? Apa kami harus tinggal di kolong jembatan. Sementara tidak ada santunan yang diberikan oleh pemerintah. Dibuat wajarlah kami ini sebagai manusia," katanya sedih.

Sehari sebelum dead line surat peringatan, Rabu lalu anggota Satpol PP sudah datang ke lokasi tempat mereka tinggal. Saat itu Satpol PP mengumumkan agar warga segera mengosongkan lokasi itu. Akhirnya disepakati untuk mendatangi Pemko dan DPRD Kota Batam. Sayangnya, masyarakat tidak mengirimkan surat pemberitahuan resmi baik kepada Pemko maupun DPRD Kota Batam.

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Zakaria yang menerima dua orang perwakilan masyarakat, mengusulkan untuk mereka mengirimkan surat resmi kepada DPRD. Apabila sudah diserahkan surat itu barulah pihak terkait dapat diundang untuk dimintai penjelasan terkait persoalan itu.(BN/deo)
 
NUSANTARA [ more ]

OLAHRAGA [ more ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
Real Estate
  • Batam (BCZ)  Sebuah bola dunia atau globe bergaris tengah 11 meter yang diyakini terbesar di dunia, menjadi salah satu unggulan destinasi wisata baru di Kota Batam, Mega Wisata Ocarina.
    Batam (BCZ) Selain memiliki beberapa wahana wisata yang serba modern, kawasan Mega Wisata Ocarina ternyata juga menyimpan beragam keunikan. Salah satunya adalah kolam ‘Seribu Bangau’ yang berada di tengah-tengah Kampung Seni Ocarina.


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us