Pulau Komodo masuk dalam daftar calon tujuh keajaiban dunia |
 |
Today's Must-Reads
Editorials
Pemerintah menurunkan tarif pajak perorangan sejak 1 Januari 2009
Dua Kapal Perang Buatan buatan lokal menambah armada TNI AL untuk mengamankan perairan Kepri | |
|
Kalla: Pemilu Termahal di Negara Miskin |
|
Jumat, 28 Maret 2008 | 10:46:08 |
Jakarta (BCZ) Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Jusuf
Kalla yakin partainya bakal memenangi Pemilu 2009 dengan cara jujur
serta fair.
Dia menegaskan Partai Golkar tidak ingin menang dengan curang. Misalnya, memperalat penyelenggara pemilu maupun aparat pemerintah.
Keyakinan itu disampaikan Kalla ketika membuka sosialisasi UU Politik yang diadakan DPP Partai Golkar di Hotel Santika, Jakarta, kemarin (27/3). Hadir dalam acara tersebut Ketua DPP Golkar Muladi, Sekjen Partai Golkar Soemarsono, serta anggota Dewan Penasihat Golkar Aburizal Bakrie.
Partai Golkar tidak ingin memenangi pertandingan lewat kekuatan wasit dan kekuatan penonton. "Saya tak ingin menang, misalnya pendukung Golkar dimobilisasi ke pengadilan untuk menuntut kemenangan," ujar Kalla.
Dia mengaku Partai Golkar tidak ingin lagi dan tidak mau lagi seperti masa lalu. Tidak ingin menang dibantu lurah. "Saya tak mau dimenangkan camat atau penyelenggara pemilu," tegasnya disambut tawa ratusan kader Golkar.
Kalla mengungkapkan, UU Pemilu Legislatif yang dihasilkan lewat proses politik di DPR tidak lepas dari kepentingan partai-partai pemenang pemilu. "Namun, sepanjang aturannya sama, wasit (penyelenggara pemilu) dan pengawas pertandingan independen, itu adalah pertandingan yang fair," katanya.
Kalla yang juga wakil presiden itu menilai sosialisasi paket UU Politik sangat penting agar seluruh partai peserta pemilu, KPU sebagai penyelenggara pemilu, Bawaslu sebagai pengawas, serta kader sebagai pemain memahami aturan main pertandingan.
"Ibarat pertandingan bola, partai harus paham aturan pertandingan agar tidak melanggar atau curang. KPU dan Bawaslu satu pandangan tentang aturan main dan pemain tidak mudah curiga pada apa yang terjadi," ungkapnya.
Dia berharap paket UU Politik yang akan berlaku untuk Pemilu 2009 tersebut dipertahankan dalam Pemilu 2014. Menurut dia, aturan pemilu yang berubah setiap lima tahun menyebabkan pemilu tidak efektif dan efisien. Karena UU Pemilu baru disahkan setahun menjelang pemilu, kata dia, KPU meminta dana pelaksanaan pemilu yang mencapai Rp 48 triliun. Itu belum terhitung ongkos politik untuk membuat dan menyosialisasikan UU Politik yang baru.
Siapa pun terkejut dengan angka Rp 48 triliun tersebut. Itu hampir USD 500 miliar. "Ini pemilu termahal di negara termiskin. Kita ingin hanya Rp 5 triliun satu pemilu. Bila ada tiga pemilu (pemilu legislatif, pemilu presiden, dan pemilu pilkada, Red) maksimal Rp 15 triliun," ujarnya.
Pembuatan UU Politik setahun menjelang pemilu juga menyebabkan proses pemilu menjadi panjang. Berbeda dari negara lain. Bila persiapan pemilu di Indonesia kurang dari setahun, banyak kalangan yang menilai pelaksanaan pemilu kurang sukses. "Padahal, Malaysia mengumumkan pemilu pada Februari, dan 4 Maret sudah bisa dilaksanakan. Pakistan hanya butuh dua bulan mempersiapkan pemilu. Pada 1998, kita hanya butuh empat bulan untuk persiapan pemilu. Itu karena aturan tidak banyak berubah, sehingga KPU Malaysia sudah siap melaksanakan pemilu kapan saja," tegasnya.
Kalla juga menilai, banyak aturan pemilu lama yang tidak masuk akal dan memboroskan anggaran. Di antaranya, penggunaan security paper untuk kartu pemilih dan kertas suara, pembelian kotak suara dan bilik suara baru, serta penggunaan paku untuk mencoblos.
"Tahun depan kita tidak pakai paku untuk mencoblos. Kita pakai bolpoin untuk mencoret karena paku lebih mahal daripada bolpoin. Lagi pula, pakai paku pasti butuh bantalan. Itu dua kali lebih mahal," jelasnya.
Dia juga tidak khawatir penggunaan KTP rawan disalahgunakan karena ada pengamanan lain berupa tinta pemilu. "Saya dulu punya KTP Makassar dan Jakarta untuk urus tanah. Tapi, apa mau keluar Rp 1 juta untuk tiket pesawat hanya untuk mencoblos dua kali? Lagi pula, jari saya kan sudah ada tintanya. Kita perberat saja sanksi bagi yang mencoblos dua kali," tegasnya. (jpnn/noe)
|
|  |
|
Internasional
-
Shah Alam (BCZ) Seorang pria yang mengaku dirinya sebagai seorang bangsawan Aceh dijatuhi hukuman gantung hingga mati.
Balik Pulau (BCZ) Kepolisian Malaysia membebaskan delapan orang
tebusan, dimana lima orang diantaranya merupakan Warga Negara Indonesia.
|
Real Estate
-
Batam (BCZ) Sebuah bola dunia atau globe bergaris tengah 11
meter yang diyakini terbesar di dunia, menjadi salah satu unggulan
destinasi wisata baru di Kota Batam, Mega Wisata Ocarina.
Batam (BCZ) Selain memiliki beberapa wahana wisata yang serba
modern, kawasan Mega Wisata Ocarina ternyata juga menyimpan beragam
keunikan. Salah satunya adalah kolam ‘Seribu Bangau’ yang berada di
tengah-tengah Kampung Seni Ocarina.
|
|
|