|
Mukakuning - Anda punya kenangan manis di Dormitori Batamindo? Siap-siap untuk menyimpan, menguburkannya, atau apapun. Sebab, sebentar lagi, 20 hektar dormitori di kawasan industri tertua di Batam ini akan dirobohkan.
Ihwal tergusurnya dormitori ini terungkap dari perbincangan wartawan dengan GM Kawasan Industri Batamindo, Jhon Sulistiawan, Selasa (29/1) di Wisma Batamindo Mukakuning.
"Tahun ini dormitori akan dirubuhkan. Akan jadi tanah lapang," kata Jhon.
Cukup banyak blok yang akan dirubuhkan, yaitu Blok I, J, K, L. M dan N. Enam blok yang akan dirubuhkan itu, bisa menampung 8.392 orang. Ke depannya, lahan yang bakal dikosongkan tersebut akan dibangun kembali sesuai permintaan tenant yang ingin buka usaha di kawasan itu.
"Jadi kita belum tahu mau bangun apa. Kita sesuaikan dengan permintaan tenant nanti," jelasnya.
Beberapa tahun belakangan ini, semua ruangan di enam blok tersebut kebanyakan sudah kosong. Hanya beberapa kamar lagi yang masih dihuni.
Blok M dan blok N misalnya, lokasi ini sudah kosong sekitar lima tahun lalu. Tak satupun kamar-kamar yang dihuni. Ruangan, atap, cat, dinding hingga plafonnya sudah rusak parah.
Bahkan lokasi itu sering jadi lokasi maling mengais rejeki. Pencuri memotong semua kabel-kabel listrik yang tersambung dari satu ruang ke ruangan lainnya.
Namun belakangan ini sudah tak ada lagi. Selain karena sudah habis. Sekuriti Batamindo juga sudah berhasil menangkap beberapa orang maling kabel dari tempat itu.
Menurut Jhon, ketika kondisi Batam semakin membaik, dan investor berbondong-bondong datang, dan masuk ke Batamindo, bukan tidak mungkin akan berdiri bangunan lagi.
Pada kesempatan itu juga, baik Jhon maupun Edi Kadir menegaskan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Batamindo, baik untuk sekuriti maupun yang lainnya. Menurut Edi, mereka sedang mengaudit semua divisi kerja. Dari audit itu, nanti akan terlihat, apakah ada yang pantas dinaikkan atau tidak. Mereka yang berkinerja bagus, dengan efisiensi tinggi akan dipakai. Untuk yang tidak, kata Edi, apakah akan mengundurkan diri atau pindah ke tempat lain. "Perusahaan ingin orang-orang yang terbaik," tegas Edi. Jhon pun menegaskan pihaknya tidak ingin semena-mena. Pihaknya menawarkan sesuai aturan, terutama undang-undang tenaga kerja. "Tunjukkan profesionalisme. Kalau tidak mulai, kita digilas," tambah Jhon. Semua itu, tambah Jhon, tergantung performance manusianya. (zal/mas/usi) |